Kompas TV regional berita daerah

Mengenal Lebih Dekat Parang Kayutangi dan Cerita di Baliknya, Koleksi Pusaka Berusia Lebih 200 Tahun

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:45 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Terletak rapi di etalase pameran temporer yang digelar dalam rangka Hari Museum Indonesia 2021 di halaman Museum Waja Sampai kaputing (Wasaka) Banjarmasin, Parang Kayutangi, tampak masih utuh.

Gagangnya berwarna cokelat hitam dan besinya nampak sudah mulai berubah tekstur.

Parang Kayutangi, itulah yang ditunjukkan Komunitas Wasi Pusaka Banua saat kami menanyakan koleksi apa yang paling bermakna yang dimiliki komunitas tersebut.

Baca Juga: Keren! Koleksi Benda Pusaka Historis Kalsel di Pameran Temporer Peringati Hari Museum Indonesia

Ya, benda pusaka berusia lebih 200 tahun tersebut memang menjadi benda spesial, bahkan komunitas ini pun menggunakannya sebagai bagian dalam logo komunitas yang mereka gunakan.

Parang Kayutangi memiliki nilai historis yang berkaitan dengan Kerajaan Kayutangi yang ada di Kalimantan Selatan.

Seorang anggota Komunitas Wasaka menjelaskan, cerita dibaliknya konon adalah ketika Sang Raja Sultan Sulaiman yang bingung bagaimana cara mensejahterakan rakyat jika membuat seorang kerajaan.

Lalu menurut alim ulama, sang raja diminta mengambil parang tersebut dari dalam pohon.

"Saat raja menarik tangannya dari dalam pohon, keluarlah parang tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Karnaval Banjarmasin Sasirangan Festival 2021, Pesona Kain Khas Banjar Kalimantan Selatan

Kerajaan tersebut dikatakan berada di kawasan Karang Intan, Kabupaten banjar.

Namun sayang, karena parang kayutangi merupakan koleksi pribadi sehingga data terkait pemilik sebelumnya dari Parang Kayutangi yang saat ini dimiliki komunitas Wasaka masih minim.

Penulis : KompasTV Banjarmasin

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:36
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19