Kompas TV internasional kompas dunia

Harga Minyak Cetak Rekor karena Arab Saudi Tolak Tambah Produksi OPEC+

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:40 WIB
harga-minyak-cetak-rekor-karena-arab-saudi-tolak-tambah-produksi-opec
Ilustrasi produksi minyak mentah. Harga minyak naik ke level tertingginya dalam beberapa tahun terakhir (14/10/2021), karena Arab Saudi menolak meningkatkan produksi OPEC+, disaat permintaan sedang naik. (Sumber: Kompas.com)

NEW YORK, KOMPAS.TV - Harga minyak mentah dunia naik pada penutupan perdagangan Kamis (14/10/2021) waktu Amerika Serikat. Hal itu terjadi setelah Arab Saudi menolak untuk menambah pasokan minyak OPEC+.

Arab Saudi menolak usulan untuk meningkatkan produksi OPEC+, dengan alasan ingin melindungi pasar minyak dari perubahan harga liar seperti yang terjadi di pasar gas alam dan batu bara.

Selain itu, kenaikan harga minyak disebabkan pernyataan Badan Energi Internasional (IEA), yang menyebut harga gas alam dapat meningkatkan permintaan minyak.

Seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/10/2021), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 82 sen menjadi 84 dollar AS per barel. Atau naik 1 persen dari perdagangan sebelumnya dan merupakan kenaikan tertinggi sejak Oktober 2018.

Baca Juga: Warga Riau Antre Beli Solar karena Langka, Menteri ESDM: Saya Enggak Tahu, Apa Bocor?

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 87 sen, menjadi di 81,31 dollar AS per barel. Kenaikan itu juga mencatat penutupan tertinggi sejak 2014.

IEA menyatakan, permintaan minyak akan naik setengah juta barel per hari (bph) karena sektor listrik dan industri berat beralih dari sumber energi yang lebih mahal ke listrik. IEA memperingatkan, krisis energi dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Baca Juga: Wujudkan Keinginan Istri Tercinta, Pria di Srbac Ini Bangun Rumah yang Bisa Berputar

Dalam laporan bulanannya IEA memproyeksikan, di tahun 2022 permintaan minyak akan naik 210.000 bph. Sehingga total permintaan minyak mentah dunia akan menjadi 99,6 juta bph di 2022.

Pemerintah Amerika Serikat telah berdiskusi dengan para produsen minyak dan gas tentang naiknya harga bahan bakar. Di AS, harga bensin eceran mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Dan tagihan listrik warga AS juga diperkirakan akan naik selama musim dingin, karena menggunakan alat pemanas ruangan.

Penulis : Dina Karina | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19