Kompas TV nasional viral

Viral, Ini Kronologi Risma Marah kepada Pendemo di Lombok

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:40 WIB
viral-ini-kronologi-risma-marah-kepada-pendemo-di-lombok
Menteri Sosial Risma saat berbicara di depan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/10/2021). (Sumber: YouTube Linjamsos)

LOMBOK, KOMPAS.TV - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, kembali jadi sorotan. Rekaman singkat yang memperlihatkan dirinya tengah berdebat menghadapi pengunjuk rasa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/10/2021), viral.

Dalam tayangan singkat yang tersebar di media sosial itu, Risma terlihat emosi saat ada mahasiswa dan aktivis yang menyampaikan protes terkait penyaluran bantuan sosial (bansos).

Dalam video yang beredar itu, tampak Tri Rismaharini sedang beradu argumen dengan dua orang aktivis di tengah-tengah kerumunan.

Awalnya, kedua aktivis tersebut memprotes terkait adanya keterlibatan oknum kepala desa dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) yang diduga menjadi supplier atau pemasok dalam penyaluran bansos tersebut. 

Di hadapan Risma, kedua aktivis tersebut mengaku sedang memperjuangkan aspirasi masyarakat. 

Namun, Mensos Risma tersulut emosi karena kedua aktivis itu menyampaikan aspirasi dengan cara berteriak-teriak. Risma lantas meminta data kepada kedua aktivis tersebut.

"Sudah sekarang mana datamu kalau kamu mau perjuangkan," kata Risma.

Mendengar jawaban Risma, kedua aktivis tersebut tampak balik emosi kepada mantan wali kota Surabaya itu.

"Data apa? Kami hanya ingin berdialog, kami mempertanyakan tempat ini, salah satu oknum supplier disini. Ini yang kami pertanyakan," ucap aktivis tersebut.

Baca Juga: Risma Mengaku Siap Mundur sebagai Mensos Jika....

Penulis : Hedi Basri | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19