Kompas TV nasional hukum

Kompolnas Minta Polisi Periksa Pihak-pihak yang Bantu Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Kamis, 23 September 2021 | 14:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Irjen Napoleon Bonaparte terpidana kasus suap Djoko Tjandra melalui surat terbuka kepada publik mengaku sebagai pelaku penganiayaan terhadap M. Kece tersangka kasus penodaan agama, yang ditahan di rumah tahanan bareskrim Polri.

Meski demikian, hal ini tak serta merta membuat polisi segera menjadikan pelaku sebagai tersangka.

Polisi masih membutuhkan waktu untuk mendalami kasus ini dengan mencocokkan barang bukti dan keterangan para saksi.

Penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M. Kece mendapat kecaman dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Menurut Kompolnas, selain memproses hukum pelaku polisi juga diminta memeriksa pihak-pihak terkait yang membantu aksi penganiayaan ini di dalam rumah tahanan.

Menurut Erasmus Napitulu, Peneliti Institute for Criminal Justice Reform, apa yang sudah dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M. Kece bukanlah penganiyaan biasa melainkan sudah masuk ke kategori penyiksaan dan merendahkan martabat manusia. 

Ke depannya ia berharap kepada kepolisian agar tidak ada lagi rumah tahanan di kantor polisi.

M. Kece dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte bersama tiga narapidana lain hanya beberapa jam setelah masuk jeruji rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Polri pada dini hari 26 Agustus 2021. 

Apa pun alasannya, tindakan kekerasan tak bisa dibenarkan.

Apalagi melakukan penganiayaan hingga merendahkan martabat manusia.

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:48
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19