Kompas TV nasional update

Korupsi Berjamaah, Bupati Kolaka Timur Minta Uang Rp 250 Juta dari Dana Bencana ke Kepala BPBD

Kamis, 23 September 2021 | 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah seharian sepanjang Rabu (22/9/2021) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur, akhirnya ditahan.

Merya ditahan setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka korupsi dana bencana.

Bersama Merya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur, Anzarullah, juga turut jadi tersangka.

Mereka diduga bersekongkol mengambil dana hibah bencana Kolaka Timur senilai Rp 39 miliar.

Anzarulah melalui sejumlah pekerja kenalannya, mengerjakan proyek rehabilitasi bencana di Kolaka Timur seperti jembatan di Kecamatan Ueesi senilai Rp 714 juta.

Juga belanja konsultasi perencanaan pembangunan 100 rumah di Kecamatan Uluiwol senilai Rp 175 juta.

Dari nilai pekerjaan tersebut, Merya meminta uang jasa atau fee senilai 30 persen dari nilai proyek, yakni sebesar Rp 250 juta.

Uang tersebut diserahkan dalam dua tahap, Rp 25 juta dan Rp 225 juta. Yang kedua diserahkan di rumah Merya di Kendari.

Setelah pada Selasa (21/9/2021) malam ditangkap saat menerima uang, Merya dan Anzarulah langsung diperiksa pada Rabu di Polda Sulawesi Tenggara dan dibawa ke Jakarta pada Rabu malam.

Selain Merya dan Anzarullah, ada empat orang lagi yang ditangkap KPK termasuk suami Merya dan ajudannya.

Saat ditangkap, Merya adalah bupati yang baru memerintah selama tiga bulan. 

Ia dilantik pada 14 Juni 2021 oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

Sebelum terpilih sebagai Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur menjabat sebagai Wakil Bupati Kolaka Timur berpasangan dengan almarhum Samsul Bahri Majid pada pilkada 2020 di Kabupaten Kolaka Timur.  

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19