Kompas TV nasional kesehatan

Jokowi Minta PeduliLindungi Dihubungkan dengan Aplikasi Sejenis di Luar Negeri

Senin, 20 September 2021 | 23:38 WIB
jokowi-minta-pedulilindungi-dihubungkan-dengan-aplikasi-sejenis-di-luar-negeri
Ilustrasi aplikasi pedulilindungi (Sumber: KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo meminta agar aplikasi PeduliLindungi dihubungkan dengan aplikasi-aplikasi setara dari luar negeri.

"Sesuai dengan arahan Presiden, aplikasi tersebut sedang diupayakan untuk bisa tersambung dengan aplikasi setara lainnya dari luar negeri," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (20/9/2021).

Menurut Budi, permintaan presiden tersebut guna mempermudah implementasi protokol kesehatan lintas negara.

"Agar memudahkan implementasi protokol kesehatan untuk lintas negara," ungkapnya.

Budi mengapresiasi kinerja pengawas protokol kesehatan berbasis teknologi informasi yang baru dikembangkan dua bulan itu.

"Untuk satu aplikasi kesehatan nasional yang baru diluncurkan kurang dari dua bulan, aplikasi PeduliLindungi memang sudah terbukti bisa membangun infrastruktur pengawas protokol kesehatan berbasis teknologi informasi," katanya.

Baca Juga: Menkes: Aplikasi PeduliLindungi Diakses Lebih dari 50 Juta Kali Per Hari

Aplikasi PeduliLindungi, kata Menkes, telah digunakan masyarakat saat mengunjungi tempat-tempat publik.

Hal ini membuat jumlah akses ke aplikasi tersebut meningkat drastis. Budi mengungkapkan aplikasi PeduliLindungi telah diakses lebih dari 50 juta kali per hari.

Sementara website PeduliLindungi memperoleh kunjungan hingga 40 juta sehari.

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:44
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19