Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Wacana Pasar Tradisional Bakal Terapkan Aplikasi PeduliLindungi, Siapkah?

Senin, 20 September 2021 | 09:09 WIB
wacana-pasar-tradisional-bakal-terapkan-aplikasi-pedulilindungi-siapkah
Ilustrasi wacana penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pemerintah tengah mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional, layaknya yang berlaku di pasar modern.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pemerintah sudah melakukan uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi di 16 pasar rakyat yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Hasilnya, pasar tradisional ternyata belum siap menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Salah satu ketidaksiapan itu, lanjut Lutfi, karena belum semua pedagang di pasar tradisional mendapat vaksin Covid-19. Untuk itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan vaksinasi Covid-19 di pasar tradisional.

Baca Juga: Supermarket Lokal Masih Dalam Proses Mendapat Akses PeduliLindungi

"Ini memang kami sedang menggiatkan supaya, baik di mal, pusat perbelanjaan maupun pasar rakyat mendapatkan suatu kenyamanan, yaitu bisa hidup berdampingan dengan Covid-19," katanya, Jumat (17/9/2021).

Lutfi berharap, dalam 3-4 minggu ke depan, ada progres yang baik. "Artinya, semua punya kenyamanan dari (hidup berdampingan dengan) Covid-19," ujarnya

Sebab, Lutfi mengungkapkan, terjadi penurunan jumlah pengunjung pasar rakyat hampir 30 persen selama pandemi. Alhasil, omzet pedagang juga anjlok 30 persen.

Baca Juga: Lima Pasar Tradisional di Yogyakarta Diizinkan Beroperasi, Termasuk Beringharjo Sisi Barat

 

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV/Kontan.co.id


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19