Kompas TV olahraga kompas sport

Ketum PSSI Sebut Zulham Zamrun dan Syaiful Indra Sudah Diberi Sanksi Tegas Imbas Tendangan Kungfu

Senin, 13 September 2021 | 07:24 WIB
ketum-pssi-sebut-zulham-zamrun-dan-syaiful-indra-sudah-diberi-sanksi-tegas-imbas-tendangan-kungfu
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Sumber: PSSI)

BOGOR, KOMPAS.TV - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan bereaksi keras terkait aksi tidak terpuji yang dilakukan dua pemain profesional di kancah sepak bola Indonesia.

Mochamad Iriawan mengatakan, saat ini kedua pemain tersebut sudah mendapatkan sanksi keras.

Dua pemain yang dimaksud yakni Zulham Zamrun dan Syaiful Indra Cahya.

"Dia bukan timnas sekarang, dia 2008 dan 20017, karena saat pertandingan bergulir, mereka tidak melapor, kalau melapor ada perangkat pertandingan yang memonitor, tapi kemarin sudah evaluasi yang jelas, sampai sekarang 2 pemain itu sudah dikeluarkan AHHA PS Pati, tapi kita akan evaluasi, itu oknum," jelas Iriwan.

Baca Juga: Buntut Tendangan Kungfu, PSSI Buka Sanksi Tambahan untuk Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun

Mochamad Iriawan mengaku kecewa dengan aksi tidak terpuji yang dilakukan dua pemain berstatus pemain profesional tersebut.

"Saya juga sangat kecewa sekali kok pemain seperti itu masih ada di zaman sekarang, saya pikir dua pemain itu kariernya selesai, saya pikir tidak akan mau main bola lagi," terang dilansir dari Tribunnews, Senin (13/9/2021)..

Seperti diketahui, Syaiful Indra Cahya yang melakukan tendangan "kungfu", sementara Zulham Zamrun yang melakukan takling keras dalam laga uji coba dengan Persiraja Banda Aceh di Pancoran Soccer Field, Jakarta, pada Senin (6/9/2021).

Tendangan "kungfu" Saiful merupakan istilah yang muncul setalah Syaiful melakukan pelanggaran keras karena mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai wajah gelandang Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhif.

Baca Juga: Menpora Soroti Sepak Bola Brutal Syaiful Indra dan Zulham Zamrun, Tak Ada Tempat di Timnas 

Penulis : Hedi Basri | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Longsor, Ratusan Keluarga Terisolasi

Senin, 22 November 2021 | 11:38 WIB
Berita Daerah

Musyawarah Puan Ke II Wilayah Maluku

Senin, 22 November 2021 | 11:30 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
11:41
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19