Kompas TV regional sosial

Dosen UGM Rancang Rumah Tahan Gempa, Begini Detailnya

Senin, 30 Agustus 2021 | 16:43 WIB
dosen-ugm-rancang-rumah-tahan-gempa-begini-detailnya
Desain Rumah Instan Struktur Baja (Risba) merupakan rumah tahan gempa yang dipopulerkan oleh pengajar dari Universitas Gadjah Mada (UGM). (Sumber: istimewa)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada Ashar Saputra mengembangkan rumah tahan gempa sebagai alternatif penyediaan rumah masyarakat yang aman gempa serta dapat memenuhi prinsip berkelanjutan. Ia menamakan rumah tersebut Rumah Instan Struktur Baja atau disingkat Risba.

Struktur Risba sudah melalui tahapan penelitian meliputi analisis struktur, desain, dan pengujian di laboratorium untuk mengetahui kinerja ketahanan gempa sehingga bisa mencegah kerusakan berat saat gempa.

Hasil penelitian menunjukkan struktur Risba bisa memenuhi target kekuatan dan kekakuan untuk menahan beban gempa rencana dengan lokasi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu, Sulawesi Tengah.

"Jumlah rumah yang harus dibangun kembali karena rusak berat pada saat gempa terbilang cukup banyak," ujar Ashar dalam siaran pers yang diterima KompasTV, Senin (30/8/2021).

Baca Juga: Teknik Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Ashar mengatakan lebih dari 400.000 rumah rusak saat gempa Aceh pada 2004, 250.000 saat gempa Yogyakarta pada 2006, 77.000 saat gempa di NTB pada 2018, dan 65.000 pada gempa di Sulawesi Tengah.

Rumah dengan teknologi Risba telah cukup banyak diterapkan pada proses rekonstruksi pasca gempa NTB, gempa Sulawesi Tengah, dan baru-baru ini dibangun unit rumah
contoh di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca bencana badai Seroja.

Pembangunan Risba di Adonara membuktikan bahwa teknologi ini mudah dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat dengan penjelasan teknis dilakukan hanya sekitar dua jam kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere, NTT.

Ashar menjelaskan secara teknis, kelemahan bangunan terhadap gaya gempa disebabkan oleh dua aspek sifat bahan bangunan yang digunakan yaitu sifat berat dan getas.

Bahan bangunan berupa tembok bata merah cukup berat sehingga gaya gempa yang harus ditanggung oleh struktur bangunan juga menjadi besar.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19