Kompas TV nasional kesehatan

Luhut Pastikan Minggu Depan Data Kematian Dipakai Lagi dalam Penilaian Level PPKM

Senin, 16 Agustus 2021 | 22:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, bahwa indikator kematian tetap akan dipakai dalam evaluasi level PPKM.

“Terkait dengan indikator kematian, saya perlu tegaskan bahwa kita tidak mengeluarkan indikator kematian secara permanen dalam evaluasi level PPKM di Jawa dan Bali, sama sekali tidak”, ungkap Luhut saat memberikan keterangan di kanal Youtube Sekretariat Presiden (16/8).

Baca Juga: Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM Level 4,3 & 2 Jawa-Bali Hingga 23 Agustus

Sebelumnya, keputusan pemerintah untuk tidak menggunakan data kematian sebagai indikator penilaian level PPKM  menjadi sorotan masyarakat.

Luhut menyebutkan, alasan pemerintah mengeluarkan indikator kematian dari penilaian level PPKM adalah karena adanya ketidaksesusian data kematian di sejumlah daerah.

Akibatnya, data kematian dari beberapa bulan lalu, menumpuk di kemudian hari, yang menyebabkan lonjakan kasus kematian hingga beberapa kali lipat. 

“Pada tanggal 10 Agustus 2021, ada satu kota yang angka kematiannya melonjak berlipat-lipat kali. Dimana angka kematian tersebut 77 persen berasal dari periode Juli dan bulan-bulan sebelumnya. Kasus seperti ini banyak kita temukan di kabupaten lain”, pungkas Luhut.

Baca Juga: Luhut Akui Banyaknya Pasien Isoman di Rumah Melemahkan Penanganan Covid-19 di Indonesia

Menko Marves mengaku, perbaikan terkait pendataan Covid-19 saat ini tengah digalakkan pemerintah. Ditargetkan dalam dua minggu ke depan, indikator kematian akan dimasukkan kembali ke dalam indikator penilaian PPKM.

“Namun dalam satu dua minggu ke depan, perbaikan data dan pelaporan ini selesai sehingga indikator kematian akan masuk kembali dalam assessment (peniliaian) level PPKM” tambahnya.

Data Satgas Covid-19 Indonesia mengatakan, sejak satu bulan belakangan, angka kematian akibat Covid-19 dilaporkan meningkat tajam dengan rata-rata di atas seribu kasus kematian per hari. 

Bahkan, angka kematian pernah tembus hingga dua ribu kasus per hari. Sebelumnya, rata-rata angka kematian berada di bawah seribu kasus. 

Hingga kini (16/8) total kematian akibat Covid-19 di Indonesia berjumlah 118.833 kasus. 

Penulis : Abdur Rahim

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19