Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Limbah Bocor Sebabkan Ikan Mati, Bupati Pasaman Barat Ancam Tutup Pabrik Kelapa Sawit

Rabu, 4 Agustus 2021 | 07:07 WIB
limbah-bocor-sebabkan-ikan-mati-bupati-pasaman-barat-ancam-tutup-pabrik-kelapa-sawit
Bupati Pasaman Barat Hamsuardi bersama jajaran saat meninjau pipa bocor di perusahaan kelapa sawit PT BSS Simpang Tiga Alin yang menyebabkan ikan mati di sungai itu. Bupati mengancam akan menutup perusahaan jika tidak memperbaiki pipa bocor itu. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

SIMPANG EMPAT, KOMPAS.TV - Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) Hamsuardi mengancam akan menutup pabrik kelapa sawit PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS) Simpang Tiga Alin. Langkah tersebut akan diambil karena diduga limbah pabrik itu mencemari sungai yang ada dekat lokasi pabrik.

"Memang ada laporan masyarakat tentang dugaan limbah bocor. Air limbah bocor sampai ke Sungai Batang Alin menyebabkan ikan mati," katanya di Simpang Empat, Selasa (3/8/2021).

Untuk memastikan hal itu Hamsuardi langsung turun kelapangan dan melihat dugaan limbah bocor itu. Ia meminta pihak perusahaan segera menyelesaikan persoalan tersebut, jika tidak Pemkab Pasaman Barat tidak akan sungkan untuk menutup perusahaan.

"Air limbah pabrik jangan langsung buang ke sungai. Jika ada pipa bocor segera perbaiki. Jika nanti terjadi hal serupa, saya akan tutup perusahaannya," tegas Hamsuardi.

Untuk itu, Ia juga meminta kepada masyarakat agar mengawasi jalannya operasional perusahaan. Jika ada kejanggalan, segera memberikan laporan sehingga dapat ditindaklanjuti oleh kepala daerah.

Baca Juga: Sampah Medis Covid-19 Meningkat, BRIN Kembangkan Teknologi Pengolah Limbah

Hamsuardi mengharapkan ke depannya tidak ada lagi persoalan pencemaran lingkungan oleh perusahaan. Bukan hanya PT BSS, tetapi seluruh perusahaan di Pasaman Barat harus tertib aturan. Tidak hanya aspek tersebut, hubungan dengan masyarakat juga harus terjalin dengan baik.

"Menutup perusahaan yang tidak taat aturan itu instruksi Presiden. Jika ada perusahaan yang melanggar, akan kita tutup. Kita boleh berinvestasi, tapi jangan merusak," sebutnya.

Sementara Humas PT BSS Simpang Tiga Alin Kecamatan Gunung Tuleh Marjohan saat dikonfirmasi membenarkan ada limbah pabrik sampai ke sungai menyebabkan ikan mati. Namun, bukan pencemaran limbah tetapi ada pipa limbah yang bocor sehingga aliran air limbah sampai ke sungai.

"Kejadiannya pada Jumat (30/7) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada unsur kesengajaan dalam hal ini," terangnya.

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV/Antara


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:37
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19