Kompas TV regional update

Sumbangan Rp 2 Triliun Tak Kunjung Cair, Kini Putri Akidi Tio Berusuran dengan Polisi

Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:55 WIB

ACEH, KOMPAS.TV - Beberapa hari terakhir, masyarakat dihebohkan dengan sumbangan Rp 2 triliun yang dilontarkan Heriyanti putri Akidi Tio pengusaha asal Langsa, Aceh Timur.

Sumbangan itu dimaksudkan untuk membantu penanganan pandemi yang dinilai belum maksimal.

Namun uang Rp 2 triliun yang dinantikan tak kunjung tiba. Polisi akhirnya memanggil Heriyanti untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya Heriyanti disebut-sebut sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktur Intelijen dan Keamanan Kombes Ratno Kuncoro.

Dasarnya adalah penyebaran berita bohong yang diatur dalam pasal 15 Undang-Undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Informasi bohong yang dimaksud adalah uang Rp 2 triliun yang dijanjikan Heriyanti untuk penanganan covid-19 yang ternyata tak bisa diberikan pada Senin 2 Agustus 2021 kemarin.

Hingga kini Heriyanti masih ada di Polda Sumatera Selatan. Dokter keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan juga turut diperiksa sebagai saksi.

Ia mengaku belum pernah melihat bukti bantuan Rp 2 triliun yang dijanjikan keluarga Akidi Tio.

Sebelumnya pada 26 Juli lalu di Sumatera Selatan heboh dengan pemberitaan keluarga almarhum Akidi Tio pengusaha asal Langsa, Aceh Timur yang menjadi donatur sebesar Rp 2 triliun untuk membantu penanganan covid-19.

Perwakilan keluarga yakni Heriyanti yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Polda Sumatera Selatan.

Tak cuma polisi yang gusar dengan uang yang tak cair pada Senin kemarin, Gubernur Sumatera Selatan juga ikut dibuat kesal.

Uang Rp 2 triliun adalah jumlah yang sangat besar, apalagi untuk penanganan covid-19 yang kini belum teratasi maksimal.

Bila cair uang itu bisa membantu pelayanan kesehatan masyarakat di Sumatera Selatan yang sebagian besar wilayahnya kini berstatus PPKM level 4.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:13
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19