Kompas TV nasional hukum

ICW: Selama Proses Perkara Bansos, KPK Selalu Melakukan Kejanggalan

Jumat, 30 Juli 2021 | 19:51 WIB
icw-selama-proses-perkara-bansos-kpk-selalu-melakukan-kejanggalan
Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara tiba di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). Juliari ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos) di Kemensos. (Sumber: Kompas/Heru Sri Kumoro)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selalu melakukan kejanggalan selama proses penanganan perkara korupsi bantuan sosial dengan terdakwa Juliari P Batubara.

Demikian Peneliti ICW Kurnia Ramadhana merespons tuntutan Jaksa KPK terhadap Mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“KPK selalu melakukan kejanggalan dan memunculkan pertanyaan publik selama proses pemeriksaan praktik bansos tersebut,” kata Kurnia Ramadhana, Jumat (30/7/2021).

Dalam pernyataannya, Kurnia Ramadhana mengatakan tuntutan hukuman Jaksa KPK terhadap Juliari P Batubara terlalu rendah dan membuat sakit hati banyak pihak.

Kurnia menuturkan ICW berpendapat, hukuman yang tepat bagi Juliari P Batubara adalah pidana seumur hidup.

Baca Juga: Juliari Dituntut 11 Tahun Bui, ICW: Pimpinan KPK Cuma Sesumbar akan Hukum Berat Koruptor Bansos

“Menurut kami paling pantas ialah pidana seumur hidup. Ada empat argumentasi sebelum kami tiba pada kesimpulan itu,” ujarnya Kurnia Ramadhana.

Pertama, kata Kurnia, Juliari P Batubara melakukan kejahatan saat menjabat sebagai pejabat publik.

“Sesuai undang-undang harus ada pemberatan,” tegas Kurnia Ramadhana.

Kedua, sambung Kurnia Ramadhana, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Juliari P Batubara dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19