Kompas TV nasional peristiwa

Wiku: Kalau Masyarakat Tak Taat Prokes, Bukan Tidak Mungkin Pengetatan Diberlakukan Kembali

Rabu, 28 Juli 2021 | 06:30 WIB
wiku-kalau-masyarakat-tak-taat-prokes-bukan-tidak-mungkin-pengetatan-diberlakukan-kembali
Ilustrasi pemberlakuan pengetatan PPKM Darurat pemerintah provinsi DKI Jakarta (Sumber: SUBANDI / KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Jika protokol kesehatan banyak dilanggar, tidak menutup kemungkinan pemerintah kembali membuka opsi pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 hingga 4.

Kemungkina tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual. "Jika ternyata sektor-sektor yang sudah dibuka ini tidak taat protokol kesehatan dan meningkatkan kasus, maka perlu kembali untuk dibatasi," katanya, Selasa, (27/7/2021).

Seperti diketahui, pemerintah melonggarkan sejumlah sektor di daerah yang menerapkan PPKM Level 3 dan 4, salah satunya warung makan kaki lima yang boleh menyediakan layanan makan di tempat.

Hanya saja, waktu makan dibatasi 20 menit untuk PPKM Level 4 dan 30 menit untuk PPKM Level 3.

Baca Juga: Sri Sultan HB X Larang Pasein Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah

Pemerintah terus memantau pelonggaran aktivitas tersebut dalam seminggu ke depan. Jika masyarakat taat aturan, lanjut dia, maka pelonggaran akan terus diterapkan, bahkan dibuka secara bertahap.

Namun jika sektor tersebut patuh protokol kesehatan dan terbukti tidak meningkatkan kasus. 

"Bukan tidak mungkin kita akan semakin siap untuk pembukaan bertahap di minggu depan," sambungnya.

Wiku mengakui bahwa dampak PPKM, dirasakan sebagian besar masyarakat. Namun untuk kebaikan bersama, dia meminta masyarakat dapat konsisten dalam mengikuti aturan yang berlaku. 

Menurut Wiku, pemerintah sudah melihat hasil yang cukup baik di pulau Jawa dan Bali, "dan saya yakin perubahan ini dapat dicapai karena masyarakat berusaha mematuhi peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah," pungkasnya.

Penulis : Hedi Basri | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19