Kompas TV nasional peristiwa

Jawaban Erick Thohir Dikritik Faisal Basri Soal PMN dan Ivermectin

Rabu, 21 Juli 2021 | 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya merespons saran dan kritik dari Ekonom Senior Faisal Basri.

Respons itu disampaikan Erick lewat video yang diunggah di Instagramnya @erickthohir, Rabu (21/7/2021).

Dalam video itu, Erick menjawab sindiran Faisal Basri mengenai penyertaan modal negera (PMN) untuk BUMN.

"Saya rasa di era demokrasi seperti ini, yang namanya saran atau kritik adalah hal yang lumrah. Era demokrasi dan tentu masukan daripada Bang Faisal Basri ini juga menjadi bahan evaluasi kami di mana kami tentu BUMN terus tetap melakukan transformasi," kata Erick.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Lowongan Kerja BUMN dan Perekrutan ASN Jadi Peluang bagi Publik di Masa Pandemi

Menurutnya transformasi dilakukan agar BUMN bisa melakukan aksi korporasi karena negara butuh tambahan penerimaan.

"Agar apa? Tetap bisa melakukan aksi korporasi, karena negara perlu tambahan income selain pajak terutama pada saat COVID seperti ini, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya kita terus memastikan yang namanya public service obligation atau pelayanan publik. Hal ini yang memang membedakan BUMN dengan tentu swasta," tambahnya.

Pada Jumat (9/7/2021), Faisal Basri dalam cuitannya menuliskan kritik terkait yang dikerjakan Erick Thohir.

"Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan PEN adalah Menteri BUMN. Bukannya utamakan selamatkan nyawa rakyat tapi sibuk urusi suntik BUMN ratusan triliun dan obat cacing. Bubarkan saja Komite itu," cuit Faisal.

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Meminta Maaf Soal Penanganan Pandemi Covid-19

Video Editor: Noval

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:50
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19