Kompas TV nasional update

Pengambilan Bansos Tunai di Jakarta Picu Kerumunan, Ini Pesan Wagub DKI

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:52 WIB

KOMPAS.TV - Satu hal yang jadi perhatian pemerintah saat memperpanjang PPKM Darurat hingga akhir pekan ini  adalah penyaluran bantuan sosial.

Presiden Joko Widodo meminta menteri sosial mempercepat penyaluran bansos, untuk meringankan beban ekonomi warga yang terimbas PPKM Darurat.

Di Sukabumi, Jawa Barat, seorang pedagang jelly harus memelas di jalanan. Meminta belas kasihan, agar bisa kembali mendapat penghasilan.

Dagangannya, minuman jelly sepi pembeli di masa PPKM Darurat ini. Sementara itu, dia harus membiayai pengobatan sang ibu.

Memang, nyatanya, di masa pembatasan kegiatan masyarakat, sejumlah pedagang pun semakin kelimpungan.

Ditegur dan dimarahi Satpol PP dan polisi yang melarang berdagang.
Kalau pun bisa berdagang, sepi pembeli.

Sebagian lainnya, berinovasi supaya bisa menggaet pembeli.

Imbas penerapan PPKM Darurat inilah yang menjadi sorotan Presiden Joko Widodo.

Maka, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM Darurat, Presiden mengalokasikan anggaran perlindungan sosial sebesar 55,21 triliun rupiah berupa bantuan tunai, bahan pokok, kuota internet dan subsidi listrik.

Pemerintah, juga memberikan insentif untuk 1 juta usaha mikro.

Masalahnya, tak cuma penyaluran bansos, tapi bagaimana penerapan pengambilan dana bansos yang mestinya bisa dijaga pemerintah.

Di tengah rendahnya kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti antrean panjang warga di sejumlah gerai ATM Bank DKI yang ingin mengambil dana bantuan sosial sebesar 600 ribu rupiah di Tanjung Priok, Jakarta Utara sampai Area Pasar Induk Beras Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Bahkan di Cipinang, antrean warga akhirnya dibubarkan petugas.

Melihat kondisi tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta warga bersabar untuk mengambil bantuan sosial tunai karena bansos tersebut tidak akan serta-merta hangus sehingga tidak perlu berkerumun di ATM.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Donor Massal Plasma Konvalesen

Selasa, 3 Agustus 2021 | 14:05 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
14:50
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19