Kompas TV regional peristiwa

Enam WNA di Yogyakarta Dideportasi, Ini Alasannya

Senin, 14 Juni 2021 | 18:54 WIB
enam-wna-di-yogyakarta-dideportasi-ini-alasannya
Ilustrasi WNA di Yogyakarta dideportasi. (Sumber: Anchiy)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sudah melakukan deportasi terhadap enam warga negara asing (WNA) sepanjang 2021. Mereka yang dideportasi berasal dari Nigeria, Timor Leste, Vietnam, dan Malaysia.

"Rata-rata dideportasi karena overstay," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta Andry Indrady, Senin (14/6/2021).

Ada pula WNA dari Timor Leste yang dideportasi karena bermasalah dan mendapat hukuman kurungan penjara di lembaga pemasyarakatan (lapas) Yogyakarta.

Baca Juga: Buka Kelas Orgasme di Bali, Pria Asal Kanada Dideportasi

Ia menyebutkan saat ini ada sekitar 2.000 WNA yang memiliki izin tinggal di Yogyakarta. Kebanyakan mereka memiliki saudara atau kerja di Yogyakarta, sedangkan mahasiswa asing sudah pulang ke negaranya masing-masing.

Andry bercerita pada tahun ini menjaring dua orang warga negara Nigeria atas laporan masyarakat. Warga Nigeria ini tinggal di sebuah indekos tanpa paspor.

Menurut Andry, pemilik indekos hanya melihat dari sisi materi namun tidak memeriksa kelengkapan identitas penyewa. Paspor warga Nigeria itu sudah kedaluwarsa sejak beberapa tahun lalu.

"Orang asing yang sudah ada di Indonesia, mau di manapun dia menginap tetap harus dilaporkan keberadaannya," ucapnya. 

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Deportasi 32 Warga Negara Asing Asal India

Andry juga mengatakan saat ini masih belum dibuka penerbangan internasional di Yogyakarta. Orang asing yang ada di Yogyakarta adalah mereka yang tinggal sebelum pandemi Covid-19 atau melakukan perjalanan dari daerah lain.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19