Kompas TV nasional viral

Viral Video Kurir Diguyur Air oleh Konsumen, YLKI Minta Sistem COD Dihapus

Jumat, 11 Juni 2021 | 22:48 WIB
viral-video-kurir-diguyur-air-oleh-konsumen-ylki-minta-sistem-cod-dihapus
Tangkapan layar dari video viral pembeli yang menolak membayar barang dalam sistem COD. (Sumber: Kompas.com)

PALEMBANG, KOMPAS.TV - Kasus kurir yang menjadi korban sistem cash on delivery (COD) kembali terjadi.

Dalam video yang beredar tampak dua orang memarahi kurir yang sedang mengantarkan barang. Pembeli diketahui tak ingin membayar barang pesanannya. Padahal paket tersebut sudah dibongkar.

"Customer beli bor harga 77 ribu, saat barang datang ternyata cuma kepala bor saja. Memang tidak masuk akal sih ada bor seharga itu," tulis pengunggah @ndorobeii melalui Instagram.

Pembeli beralasan tak membayar paket tersebut karena apa yang dia pesan tak sama dengan yang tertera di katalog penjual.

"Customer beralasan dia pesan sesuai foto yang ada di katalog seller. Akhirnya kurir membuka aplikasi dan di situ tertulis KEPALA BOR 77 Ribu. (Gambarnya kepala bor dengan bornya)," tulisnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan 3 Bocah SD yang Viral Bergelantungan Seberangi Sungai di Riau

Selain itu tampak salah seorang lantas menguyur air kepada kurir yang menandai berakhirnya video.

Penulis : Danang Suryo | Editor : Hariyanto Kurniawan





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:51
IKUTI WEBINAR KOMPAS INSTITUTE BERTAJUK "BRAND STORY THROUGH MEDIA", DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   TIONGKOK PERSILAKAN WARGA TAIWAN DATANG KE WILAYAHNYA UNTUK MENGIKUTI VAKSINASI COVID-19   RUSIA BERSIAP KIRIM SATELIT CANGGIH KE IRAN YANG AKAN TINGKATKAN KEMAMPUAN MATA-MATA   PROGRES PEMBANGUNAN DEPO STASIUN LRT DI JATIMULYA,BEKASI, JABAR, MENCAPAI 44,18%   SATGAS COVID-19: KENAIKAN KASUS KORONA DI DKI JAKARTA 300% DALAM 10 HARI   KEMENKES: 29 KEMATIAN PASCAVAKSINASI TAK TERKAIT VAKSIN COVID-19   PASCALIBUR LEBARAN, JUMLAH ZONA MERAH COVID-19 DI INDONESIA PER 6 JUNI 2021 MENINGKAT MENJADI 17 DAERAH   MENTERI BUMN ERICK THOHIR ANGKAT DONI MONARDO JADI KOMISARIS UTAMA PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (INALUM)   BNPB JADIKAN RS LAPANGAN IJEN BOULEVARD DI KOTA MALANG SEBAGAI ANTISIPASI JIKA TERJADI LONJAKAN KASUS COVID-19   KOMPOLNAS MINTA POLISI TIDAK TUNGGU PERINTAH PRESIDEN UNTUK TINDAK PUNGLI   PEMKOT SURABAYA: PENCETAKAN AKTA KELAHIRAN BAYI YANG BARU LAHIR BISA DISELESAIKAN DI RS ATAU BIDAN   KEMENPAN DAN RB TEGASKAN PIHAKNYA TIDAK PERNAH KELUARKAN SURAT SOAL PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI PNS   PBNU TOLAK RENCANA PEMERINTAH UNTUK MEMUNGUT PPN DARI PENDIDIKAN DAN SEMBAKO   DUKCAPIL KEMENDAGRI JALIN KERJA SAMA DENGAN PLN SOAL PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN