Kompas TV feature ngopi

Kenapa Kondisi Pandemi di Indonesia Berada Digelombang Pertama Terus? - NGOPI (3)

Minggu, 23 Mei 2021 | 08:05 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Ini adalah lebaran kedua dimana masyarakat di Indonesia dilarang berkunjung sementara ke kampung halaman dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri. Hal ini seolah menegaskan kesedihan akan kerinduan yang kembali harus tertunda. Mungkin hal ini pula yang akhirnya memotivasi banyak orang untuk mencoba mencari penghiburan dengan liburan meski hanya di dalam kota. 

    Tentunya ini adalah sebuah kabar bagus bagi pengelola tempat wisata, seperti Rika Lestari, Kepala Bidang Komunikasi Taman Impian Jaya Ancol. Namun kegiatan ini seakan buah simalakama. Apa artinya mendapat kesenangan sementara bila harus menghadapi resiko tertular Covid-19. "Iya, aku tau aku salah. Tapi ini perayaan bersama keluarga" kata Melati (bukan nama sebenarnya) seorang warga Tangerang yang tetap nekad piknik bersama keluarga besar ke daerah Bogor, meski ia tahu larangan bepergian antar kota aglomerasi.

     Hal ini pula yang memunculkan lontaran satir berupa "Percuma dilarang mudik lebaran, kalau tetap pada asik liburan" menanggapi kebijakan larangan mudik, namun tempat-tempat wisata tetap banyak dibuka untuk umum.

     Kerja keras berbagai lapisan mulai dari Brigjen Pol. Prof. DR. Chrysnanda Dwilaksana , M.Si (Direktur Keamanan & Keselamatan Korlantas Polri) beserta seluruh jajarannya, hingga Martinus (Ketua RW 03 Palmeriam, Matraman, Jaktim) yang melakukan sweeping ke rumah-rumah warga yang baru saja balik dari mudik bisa jadi sia-sia bila Indonesia kembali lengah untuk kesekian kalinya mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di bumi pertiwi. Apalagi Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman memprediksi di tengah tahun ini bakal ada 50 hingga 100 ribu kasus Covid-19 baru per hari. Ya, PER HARI!

     Tentunya tak ada 1 orang pun mau kasus India menular ke Indonesia kan? Ini saatnya kita waspada. Ini saatnya kita nyalakan LAMPU MERAH PANDEMI INDONESIA.  

Penulis : Krisna Aditomo

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Tim SAR Cari Seorang Korban Longsor

Senin, 27 September 2021 | 20:14 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:35
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19