Kompas TV nasional sapa indonesia

Pengamat Hubungan Internasional Ungkap Deretan Fakta dan Latar Belakang Konflik Israel-Palestina

Selasa, 18 Mei 2021 | 11:00 WIB

KOMPAS.TV - Pesawat tempur Israel kembali melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran di beberapa lokasi di Kota Gaza. 

Ini merupakan serangan udara lebih berat, mencakup area yang lebih luas dan berlangsung lebih lama dari serangkaian Serangan udara 24 jam sebelumnya yang telah menewaskan 42 warga palestina.

Serangan itu merupakan serangan tunggal paling mematikan dalam putaran terakhir kekerasan antara Israel dan Organisasi Hamas yang menguasai Gaza.

Sejak ketegangan memanas seminggu lalu (7/5), Militer Israel telah melancarkan ratusan serangan udara yang menargetkan infrastruktur Militan Hamas. Sementara Militan Palestina di Gaza telah menembakkan lebih dari 3.000 roket ke israel.

Militan Palestina pun meluncurkan serangan roket  di sebuah bangunan di Kota Ashdod Israel.

Pengamat Hubungan Internasional, Dinna Prapto Raharja mengungkap latar belakang yang mendasari konflik Israel-Palestina.

Ia menyebutkan jika konflik Israel-Palestina yang mencuat dilatarbelakangi nomor satu oleh faktor politik.

PM Israel, Benjamin Netanyahu diketahui sudah berkuasa sejak 2009 dan kekuatan partainya saat ini melemah hingga terdesak harus berkoalisi dengan salah satu partai Arab yang ada di Israel. Bahkan, pemilu di Palestina yang tadinya akan diselenggarakan di bulan Mei, harus diundur ke bulan Juli dan warga di Yerussalem mendapatkan ancaman tidak boleh memilih.

Selain itu, kedua belah negara ini memiliki kelompok yang sentris dan ekstrem. Cara melemahkan satu sama lain adalah dengan memecah-belah, itulah mengapa kelompok-kelompok yang ada di kedua negera tersebut sering memprovokasi dengan isu dan simbol agama untuk memecah belah kekuatan negara lawan. 

Simak dialog selengkapnya bersama  Dinna Prapto Raharja, Pengamat Hubungan Internasional sekaligus Founder of Synergy Policies dan wartawan senior yang juga menulis sejumlah buku mengenai Yerussalem dan Politik Timur Tengah, Trias Kuncahyono.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:03
HARGA EMAS BATANGAN ANTAM PADA HARI INI BERADA DIANGKA RP 978.000 PER GRAM   PRESIDEN JOKOWI MEMINTA HASIL TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK) TAK DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PEMBERHENTIAN PEGAWAI KPK    DALAM GUGATANNYA, RJ LINO JUGA MEMINTA AGAR DIRINYA DIKELUARKAN DARI RUTAN NEGARA KELAS I C CABANG KPK   RJ LINO GUGAT KPK UNTUK MENGANULIR STATUSNYA SEBAGAI TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI DI PT PELINDO II PADA 2010   HARI INI, SIDANG GUGATAN PRAPERADILAN YANG DIAJUKAN EKS DIRUT PT PELINDO II RJ LINO DIGELAR DI PN JAKARTA SELATAN    DINKES: KASUS AKTIF COVID-19 DI DEPOK BERJUMLAH 1.011 PASIEN YANG MASIH JALANI ISOLASI MANDIRI DAN PERAWATAN   HINGGA 17 MEI 2021, PEMKAB BEKASI MENCATAT 11 KASUS BARU COVID-19 DAN 41 PASIEN DILAPORKAN SEMBUH   GUEBERNUR ANIES BASWEDAN SEBUT PIHAKNYA HANYA PERKETAT PENGAWASAN PENDATANG YANG MASUK JAKARTA USAI LIBUR LEBARAN   GUBERNUR ANIES BASWEDAN TEGASKAN PEMPROV DKI TAK PERNAH LARANG WARGA DARI DAERAH UNTUK MASUK JAKARTA   PER 17 MEI 2021, DINKES DKI TELAH MENYIAPKAN 6.633 TEMPAT TIDUR ISOLASI DAN 1.007 FASILITAS ICU UNTUK PASIEN COVID-19   KADINKES DKI WIDYASTUTI: PEMPROV DKI SUDAH BERSIAP HADAPI LONJAKAN KASUS COVID-19 DARI KLASTER MUDIK LIBUR LEBARAN   DISHUB DKI JAKARTA GELAR PENYEKATAN PERGERAKAN ORANG SAMPAI 24 MEI 2021   KPC-PEN SEBUT BINGKAT KETERISIAN TEMPAT TIDUR RUMAH SAKIT RUJUKAN PASIEN COVID-19 DI SUMATERA RELATIF TINGGI   KETUA SATGAS DONI MONARDO: HAMPIR SEMUA WILAYAH DI PULAU SUMATERA ZONA MERAH DAN ORANYE COVID-19