Kompas TV video sinau

Viral Uang Specimen Pecahan 1.0, Apakah Bisa Buat Koleksi?

Sabtu, 15 Mei 2021 | 14:00 WIB

KOMPAS.TV - Di media sosial TikTok beredar video viral uang kertas pecahan 1.0. Sebenarnya uang apakah itu?

Ternyata uang kertas pecahan 1.0 tersebut adalah uang specimen atau uang contoh.

Ciri khas uang ini adalah cetakan teks ‘specimen’ yang berfungsi sebagai penanda bahwa uang ini dicetak sebagai contoh.

Tidak seperti uang rupiah, uang specimen cetakan Peruri juga punya perbedaan nilai satuan yakni hanya 1.0, 2.0, dan 3.0.

Uang specimen juga umumnya tidak memiliki nomor seri, alias bernomor seri 0 (zero) tanpa kombinasi. Hal ini bisa ditemukan seperti pada spesimen uang Republik Indonesia Serikat (RIS) pecahan 10 dan 5 rupiah tahun 1950-an.

Lalu, apa tujuan pembuatan uang specimen?

Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan, uang specimen tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran.

Uang itu digunakan sebagai alat pemasaran untuk mempromosikan contoh produk atau uang yang diproduksi oleh peruri.

Bisakah uang specimen disimpan untuk koleksi?

Uang pecahan 1.0 tidak diterbitkan sebagai barang koleksi, melainkan hanya untuk kepentingan internal Peruri saja. Hal ini dikonfirmasi oleh Adi Sunardi seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (11/5/2021).

"Jadi, uang spesimen ini diterbitkan bukan sebagai barang koleksi," ujar Adi.

Selain itu, uang specimen yang diterbitkan oleh Peruri adalah bukan rupiah, karena tidak memenuhi ciri rupiah dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang.

Sebab mulai dari lambang Garuda Pancasila, hingga tanda tangan pihak pemerintah dan Bank Indonesia tidak ada dalam gambar uang tersebut.

Hal ini juga yang membuat uang specimen tidak bisa digunakan sebagai alat transaksi ataualat pembayaran yang sah.(*)

Grafis: Agus Eko

Penulis : Gempita Surya

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:47
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19