Kompas TV nasional aiman

Kondisi Pos Penyekatan Wilayah Karawang AIMAN (3)

Selasa, 11 Mei 2021 | 06:56 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Pengetatan perjalanan dan pelarangan mudik diterapkan pemerintah demi mencegah penularan Covid-19 di kala Ramadan dan Idul Fitri 2021. Sejumlah sanksi pun menanti di depan mata bagi para pelanggar. Mulai dari yang ringan, seperti ancaman ‘putar balik’, hingga yang berat, kurungan penjara maksimal 2 bulan atau denda uang maksimal lima ratus ribu rupiah. Bahkan, jika hukuman ini tidak manjur, beberapa Kepala Daerah telah menyiapkan hukuman ‘nyeleneh’, yaitu dikarantina di tempat angker!

Apakah ini akan menyurutkan niat masyarakat untuk mudik? 

Tidak! Survei Kementerian Perhubungan baru-baru ini mengungakap, 18 juta orang akan tetap berniat melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 2021.

Berbagai alasan mengemuka ketika orang ditanya kenapa nekat mudik, meski dilarang. Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono, mengungkap siasat para pemudik menuju kampung halaman.

Aiman bertemu dengan Fauzi, salah satu pemudik yang menggunakan sepeda motor menuju ke Jember, Jawa Timur, dengan sebelumnya ‘transit’ di Cilacap, Jawa Tengah. Apa yang menjadi alasannya nekat mudik di tengah pelarangan perjalanan? 

Apakah ia tidak takut membawa virus Corona ke keluarganya? 

Sambil mengikuti Fauzi menyusuri jalur mudik sepanjang Bekasi-Karawang, Aiman juga melihat kesiapan pos-pos penyekatan pemudik di sana. Apakah Fauzi berhasil menembus pos penyekatan? Eksklusif Aiman akan menguntitnya!

Di akhir acara, Aiman berbincang dengan Wali Kota Madiun, Jawa Timur Maidi, di salah satu tempat karantina bagi pelanggar aturan mudik, yang konon angker! 

Seperti apa kemistisan tempat ini? Siapa yang akan dikarantina di sini? Bagaimana mekanisme Pemkot Madiun melakukan pengetatan perjalanan?  

Penulis : Krisna Aditomo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:20
PEMERINTAH JEPANG SEBUT BARU 3% DARI 128 JUTA PENDUDUK YANG SUDAH MENDAPAT SUNTIKAN VAKSIN COVID-19   JEPANG INGIN 10.000 PENONTON HADIR SECARA LANGSUNG PADA SETIAP LOKASI PERTANDINGAN OLIMPIADE DAN PARALIMPIK TOKYO   RIZIEQ SHIHAB AKAN SAMPAIKAN DUPLIK KASUS TES USAP RS UMMI BOGOR DI PN JAKTIM HARI INI   PENGHAPUSAN FASILITAS GAJI TAMBAHAN DIREKSI PERTAMINA TELAH DILAKUKAN PADA SELASA, 15 JUNI 2021   KOMISARIS UTAMA PERTAMINA, BASUKI TJAHAJA PURNAMA: FASILITAS GAJI TAMBAHAN DIREKSI PERTAMINA DIHAPUS   KOMNAS HAM: BELUM ADA KONFIRMASI PIMPINAN KPK AKAN PENUHI PANGGILAN TERKAIT TWK   PENUTUPAN SEMENTARA SEJUMLAH RUAS JALAN DI KOTA BANDUNG GUNA MENEKAN ANGKA PENYEBARAN COVID-19   MULAI HARI INI, SEJUMLAH RUAS JALAN DI KOTA BANDUNG DITUTUP SEMENTARA SELAMA 14 HARI KE DEPAN   SATGAS COVID-19: JIKA PENULARAN KORONA TERUS TERJADI, PELUANG MUTASI COVID-19 MASIH ADA   SATGAS COVID-19: LAPORKAN DIRI KE PUSKESMAS JIKA BERKONTAK ERAT DENGAN PASIEN POSITIF KORONA   SATGAS COVID-19 MINTA SEMUA PIHAK DUKUNG UPAYA PENANGANAN PANDEMI KORONA DI INDONESIA   SATGAS COVID-19: MASKER MAKSIMAL DIGUNAKAN SELAMA 4 JAM, JIKA BASAH ATAU LEMBAB MAKA MASKER HARUS SEGERA DIGANTI   SATGAS COVID-19 SEBUT PENGGUNAAN MASKER TIDAK AKAN KURANGI JUMLAH OKSIGEN YANG MASUK KE DALAM TUBUH   SATGAS COVID-19: JANGAN RISIKOKAN DIRI BUKA MASKER DI RUANG TERTUTUP YANG BANYAK ORANG