Kompas TV nasional wawancara

Tes Antigen Ilegal Beredar, Polisi: Awalnya Ada Warga yang Mengeluh Setelah Dites

Jumat, 7 Mei 2021 | 23:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peredaran alat tes antigen tanpa izin kembali terungkap dari penggerebekan kepolisian daerah Jawa Tengah.

Komplotan pelaku diduga beroperasi sejak Oktober 2020 lalu, mereka meraup keuntungan hingga 2,8 miliar rupiah dari penjualan ke masyarakat klinik hingga rumah sakit.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Lutfi menyebut tanpa izin yang jelas kuat dugaan alat tes antigen yang diedarkan pelaku adalah produk palsu yang tidak sesuai standar kesehatan.

Tersangka SPM diketahui sebagai karyawan salah satu toko alat kesehatan di Jakarta.

Tersangka SPM menyebut ia dan komplotannya mengejar keuntungan dengan mendistribusikan alat tes antigen ini tanpa izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Tersangka terancam hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda hingga 2 miliar rupiah.

Ancaman itu sesuai pasal 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang diubah pada pasal 60 angka 10 undang-undang cipta kerja dan pasal 62 ayat 1 undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsuman.

Pemprov Jawa Tengah meminta kepolisian mengusut tuntas kasus peredaran alat tes antigen ilegal ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta yang terlibat dihukum berat jika terbukti menyalahi aturan.

Polisi kini masih mengejar pihak lain yang diduga otak distribusi alat tes antigen ilegal ini.

Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Jawa Tengah menyebut kemungkinan adanya tersangka lain yang diduga sebagai pemasok seluruh peralatan ini.

Bagaimana awalnya praktik jual beli alat tes antigen ini terbongkar dan bagaimana pengawasan Kementerian Kesehatan?

Simak pembahasannya bersama Direktur Kriminal Khusus Direkrimsus Polda Jateng, Kombes Johanson R. Simamora, dan Plt Dirjen Kefarmasian & Alkes Kemenkes, Ade Arianti Anaya.

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:48
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19