Kompas TV nasional kompas siang

Pemerintah Resmi Kategorikan KKB Papua Sebagai Teroris

Jumat, 30 April 2021 | 15:12 WIB

KOMPAS.TV - Setelah melalui pertimbangan yang sangat panjang, pemerintah resmi mengategorikan KKB di Papua dan organisasi afiliasinya sebagai kelompok teroris.

Namun, pelabelan KKB sebagai teroris ini dikhawatirkan dapat semakin memperkeruh situasi keamanan di Papua.

Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan massif dikategorikan sebagai teroris.

Keganasan KKB di Papua yang telah menewaskan setidaknya 6 aparat keamanan dan 6 warga sipil sepanjang tahun 2021, menjadi titik berat pemerintah untuk menyematkan label teroris setelah melalui pertimbangan dan diskusi yang panjang dengan semua pihak.

Pasalnya, KKB dinilai telah melakukan pembunuhan dan kekerasan secara brutal dan masif.

Dengan pelabelan teroris itu, pemerintah pun meminta Polri-TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk bertindak secara cepat, tegas, dan terukur terhadap KKB.

Dengan catatan, setiap penindakan harus sesuai aturan hukum agar tak ada warga sipil yang menjadi korban.

DPR menilai, keputusan ini sudah tepat. Namun, kekhawatiran justru muncul dari Pemerintah Provinsi Papua.

Gubernur Papua Lukas Enembe meminta penyematan label teroris kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayahnya dikaji ulang karena bisa berdampak bagi masyarakat setempat.

Kekhawatiran serupa juga disuarakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), label teroris justru dikhawatirkan bisa memicu eskalasi kekerasan di bumi cenderawasih.

Akar permasalahan di Papua memiliki banyak dimensi.

Namun pemerintah mengklaim telah menggelar dialog dengan tokoh adat, tokoh agama, dan pimpinan DPRD Papua sebelum akhirnya mengambil keputusan ini.

Untuk menjaga keselamatan warga sipil di Papua, TNI dan polri pun kerap melakukan patroli rutin dan menjaga sejumlah titik agar warga bisa tenang melakukan aktivitas sehari-hari.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:35
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19