Kompas TV regional berita daerah

Petasan yang Tewaskan Kakak Beradik di Ponorogo, Ternyata Berukuran 5 sampai 25 Kilogram!

Kamis, 29 April 2021 | 06:45 WIB

PONOROGO, KOMPAS.TV - Dua orang kakak beradik, warga Ponorogo, Jawa Timur, tewas saat petasan yang mereka racik di rumah tiba-tiba meledak.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan para saksi, diketahui petasan berukuran jumbo itu akan dipasang di balon udara, yang diterbangkan saat Idul Fitri.

Hasil olah TKP dan pemeriksaan para saksi dalam ledakan petasan yang menewaskan kakak beradik di Ponorogo, Jawa timur, menguak sejumlah fakta baru.

Diantaranya, petasan yang meledak berukuran sangat besar, yang terbuat dari kaleng cat berukuran 5 hingga 25 kilogram.

Selain itu, diketahui pula, petasan berukuran jumbo itu akan diledakkan bersama balon udara, yang telah disiapkan korban untuk perayaan lebaran Idul Fitri nanti.

Polisi menyebut, ledakan terjadi saat kedua korban berusaha mengaduk serbuk mesiu di dalam kaleng, dengan menggunakan mesin bor.

Ketika petasan meledak, tubuh kedua korban langsung terlempar, ke dua lokasi berbeda.

Jasad kakak beradik korban ledakan petasan buatan mereka sendiri, hingga kini masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Dokter Harjono Ponorogo, untuk diotopsi tim forensik dari Polda Jawa Timur.

Sementara dari lokasi ledakan, polisi telah mengamankan belasan jenis barang bukti.

Di antaranya serbuk mesiu, petasan beragam ukuran, balon udara, dan mesin pengaduk serbuk.

Sebelum pada Selasa (27/04) malam, dua pemuda kakak beradik Di Ponorogo Jawa Timur ditemukan tewas.

Kerasnya ledakan terdengar hingga jarak 5 kilometer.

Ledakan petasan juga meluluh-lantakkan rumah mereka.

Dalam pemeriksaan sementara, anggota Kepolisian Sektor Sukorejo menemukan jasad kakak beradik ini terlempar di dua lokasi berbeda. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:29
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19