Kompas TV nasional peristiwa

Soal Polemik Kamus Sejarah Indonesia, Said Aqil: Bukan Salah Nadiem

Jumat, 23 April 2021 | 12:57 WIB
soal-polemik-kamus-sejarah-indonesia-said-aqil-bukan-salah-nadiem
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Sumber: Kemendikbud)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan akan mendukung langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menyempurnakan konten di Kamus Sejarah Indonesia.

Meski sempat kecewa karena pendiri NU, Hadhratussyekh KH Hasyim Asy'ari dan Gus Dur tidak tercantum ke dalam kamus sejarah, namun Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyadari itu bukanlah salah Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

Mengingat Kamus Sejarah Indonesia diterbitkan pada 2017 sebelum Nadiem menduduki kursi Mendikbud. 

Hal ini diungkapkan Said Aqil usai menerima kunjungan Mendikbud, Nadiem Makarim di kantor PBNU Jakarta, Kamis (22/4/2021).

"Kita kecewa dengan draf kamus sejarah itu yang tidak menyebut NU, KH Hasyim Asy’ari, dan Gus Dur. Tetapi itu bukan kesalahan menteri karena terbit tahun 2017 bukan era Pak Nadiem," kata Said Aqil dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Datangi PBNU, Nadiem Makarim Minta Maaf dan Akan Revisi Isi Kamus Sejarah

Namun demikian, Said Aqil mengapresiasi komitmen Mendikbud Nadiem Anwar Makarim yang berjanji akan memperbaiki dan menyempurnakan Kamus Sejarah Indonesia yang telah disusun sejak 2017 tersebut. 

Sebab keberadaan kamus sejarah sangat penting untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memahami perjalanan bangsa dari masa ke masa. 

"Penulisan sejarah yang tidak benar akan merugikan bangsa, bukan hanya NU. Kalau sejarah tidak ada KH Hasyim Asy’ari, sejarah bangsa juga rugi dong," tegas Said Aqil.

Sebagai informasi, meski kamus sejarah yang menuai kontroversi itu bukan dikerjakan pada masa dirinya, Nadiem dengan tegas meminta maaf kepada warga NU.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:47
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19