Kompas TV cerita ramadan tradisi

Pertahankan Tradisi, Masjid di Rangkasbitung Bunyikan Meriam Tanda Buka Puasa

Minggu, 18 April 2021 | 11:01 WIB

RANGKASBITUNG, KOMPAS.TV - Banyak tradisi dan kebiasaan unik, menarik, dan berkesan selalu kita jumpai pada bulan suci Ramadhan.

Sehingga umat Muslim selalu merindukan akan datangnya bulan suci Ramadhan.

Seperti tradisi unik yang ada di Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, yaitu menunggu suara dentuman meriam dari Masjid Agung Al Araaf sebagai tanda berbuka puasa tiba dan memasuki waktu imsak.

Di masa sebelum pandemi covid -19 melanda Indonesia warga akan datang dan berkumpul bersama keluarga, teman, ataupun kerabat mendatangi Alun-alun Rangkasbitung.

Warga berkumpul hanya untuk sekedar berbuka puasa bersama dan sekaligus melihat dan mendengarkan suara dentuman meriam yang berasal dari Masjid Agung Al Araaf yang hanya ada saat di bulan Ramadahan.

Suara dentuman meriam ini merupakan hasil suara dari sebuah pipa besi besar yang berdiameter sekitar 40 sentimeter.

Pipa tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah Meriam.

Suara yang menggelegar dari meriam tersebut hasil dari karbit yang dimasukkan ke dalam meriam kemudian di sulut memakai api, hingga menghasilkan suara yang menggelegar.

Candra, salah satu petugas masjid mengatakan, tanda suara dentuman meriam ini sudah lama ada di Masjid Al Araaf dan selalu akan dibunyikan pada saat bulan Ramadhan sebagai pertanda tiba waktunya berbuka dan waktu imsak.

Sebelumnya ada 2 meriam yang selalu dinyalakan, akan tetapi saat ini hanya ada 1 meriam karena meriam lainnya rusak.

Sementara itu Andi, salah satu warga mengatakan, tradisi suara dentuman meriam tanda berbuka puasa ini unik dan hanya ada saat di bulan Ramadhan saja.

Walaupun warga yang datang dan melihat tidak seramai pada waktu sebelum pandemi covid -19.

Di tengah pandemi covid -19, tradisi menyalakan meriam sebagai pertanda saat berbuka puasa tiba dan memasuki waktu imsak akan tetap dilakukan pengurus Masjid Al Araaf.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa tanggung jawab dan menjaga tradisi warisan leluhur.

Penulis : Natasha Ancely





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:27
EKONOMI MINUS 0,74 PERSEN, DEPUTI III KSP: PEMULIHAN EKONOMI DI INDONESIA MULAI TERLIHAT    WHO: INDIA SUMBANG 46% KASUS BARU COVID-19 DI DUNIA   MENPAREKRAF: EKOSISTEM PENDANAAN ADALAH HAL PENTING UNTUK MENDORONG INDUSTRI FESYEN LOKAL   JELANG LEBARAN, MENPAREKRAF SANDIAGA UNO IMBAU MASYARAKAT DISIPLIN TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN   BPJS KESEHATAN: PROGRAM JKN-KIS SUDAH MENCAKUP 82 PERSEN PENDUDUK INDONESIA   BPJS KESEHATAN TARGETKAN PROGRAM JKN-KIS BISA MENCAKUP 98 PERSEN PENDUDUK INDONESIA   PEMKOT YOGYAKARTA IZINKAN WARGA DI ZONA KUNING & HIJAU LAKSANAKAN SHALAT IDUL FITRI DI MASJID DENGAN PROKES KETAT   TNI AKAN BANTU MENGAMANKAN JALANNYA PEMBANGUNAN 5.000 BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) DI WILAYAH PAPUA DAN NATUNA   KEMENTERIAN KESEHATAN: SEBANYAK 49 WARGA NEGARA INDIA YANG MASUK INDONESIA POSITIF COVID-19   OPERASI KETUPAT 2021, KAKORLANTAS: 155.000 PERSONEL GABUNGAN AKAN DITEMPATKAN DI 381 TITIK PENYEKATAN   OPERASI KETUPAT 2021, POLRI LIBATKAN 155.000 PERSONEL GABUNGAN   KETUA SATGAS: PENERAPAN PROKES JADI KUNCI GUNA HINDARI VARIAN BARU VIRUS KORONA YANG SUDAH MASUK INDONESIA   DEPUTI I KSP FEBRY CALVIN TETELEPTA SEBUT TOL BECAKAYU DAPAT TERSAMBUNG DAN BEROPERASI PENUH TAHUN INI   PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TETAPKAN 1 SYAWAL 1442 JATUH PADA KAMIS, 13 MEI 2021