Kompas TV internasional kompas dunia

Ekonomi China Tumbuh 18,3% di Kuartal I 2021

Jumat, 16 April 2021 | 13:05 WIB
ekonomi-china-tumbuh-18-3-di-kuartal-i-2021
Seorang staf memeriksa label pada botol vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah lini pengemasan di Sinovac Life Sciences Co., Ltd. di Beijing, ibu kota China, pada 6 Januari 2021. (Sumber: Xinhua/Zhang Yuwei)

BEIJING, KOMPAS.TV- Pertumbuhan ekonomi China di kuartal I-2021 mencapai 18,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Mengutip Associated Press, angka tersebut menjadi rekor kenaikan tercepat di periode Januari-Maret, selama pemulihan dari dampak pandemi virus corona.

Berdasarkan data pemerintah, realisasi pertumbuhan ekonomi ini adalah yang terkuat setidaknya sejak 1992, yaitu sejak pencatatan pertumbuhan kuartalan resmi dilakukan.

Baca Juga: Suasana Bulan Suci Ramadan di Xinjiang China

Tingginya pertumbuhan ekonomi China itu didorong oleh pertumbuhan sejumlah sektor usaha. Penjualan ritel melonjak 34,2% pada Maret 2021, meningkat dari 2 bulan pertama dan membawa pertumbuhan kuartal pertama menjadi 33,9%. 

Penjualan ritel naik karena sebagian besar kehidupan masyarakat kembali normal. Sedangkan produksi industri naik 14,1% pada Maret 2021. Sehingga mengerek pertumbuhan produksi industri di kuartal pertama menjadi 24,5%.

Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak 20%, RI Mau Nego Saham dengan China

Sementara tingkat pengangguran perkotaan turun sedikit menjadi 5,3% pada Maret 2021. Pemerintah China menilai, lonjakan ekonomi negaranya disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak dapat dibandingkan. Seperti angka dasar yang rendah tahun lalu, dimana pertumbuhan ekonomi China kuartal I 2020 minus 6,8%.

Penulis : Dina Karina | Editor : Eddward S Kennedy





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:15
PRESIDEN BARCELONA JOAN LAPORTA: LIONEL MESSI DIPASTIKAN BERTAHAN DI BARCELONA MUSIM DEPAN    TAJ MAHAL INDIA KEMBALI DIBUKA DENGAN PENERAPAN PROKES KETAT, PENGUNJUNG DIBATASI HANYA 650 ORANG   HASIL UJI COBA FASE AKHIR VAKSIN COVID-19 BUATAN BIOTEKNOLOGI JERMAN, CUREVAC, HANYA EFEKTIF 47%   QATAR IZINKAN 80% PEGAWAI SEKTOR PUBLIK DAN SWASTA KEMBALI BEKERJA DI KANTOR MULAI 18 JUNI 2021   JUMLAH PASIEN POSITIF COVID-19 DARI KLASTER COPA AMERICA 2021 MENCAPAI 52 ORANG   AS KEMBALI MEMBELI LEBIH DARI 200 JUTA DOSIS VAKSIN COVID-19 BUATAN MODERNA   BPBD MALUKU TENGAH: 7.227 WARGA MENGUNGSI AKIBAT GEMPA BERMAGNITUDO 6,1   GUBERNUR JABAR AKAN TAMBAH KAPASITAS TEMPAT TIDUR DI RS HINGGA 40% JIKA PENYEBARAN COVID-19 MAKIN MEMBURUK   KOTA BOGOR KEMBALI BERLAKUKAN SISTEM GANJIL-GENAP AKHIR PEKAN INI GUNA TEKAN LAJU PENYEBARAN COVID-19   KADIN INDONESIA PASTIKAN TENAGA KERJA ASING BISA MENGIKUTI VAKSINASI COVID-19 GOTONG ROYONG   KEMENKOMINFO: TENGGAT PELUNASAN TUNGGAKAN BHP FREKUENSI PT SAMPOERNA TELEKOMUNIKASI INDONESIA HINGGA 31 JULI 2021   TOTAL TUNGGAKAN BHP FREKUENSI PT SAMPOERNA TELEKOMUNIKASI INDONESIA PER 1 JUNI 2021 SEBESAR RP 442 M   PEMERINTAH TUNGGU PT SAMPOERNA TELEKOMUNIKASI INDONESIA LUNASI TUNGGAKAN TAGIHAN BHP FREKUENSI RADIO   MENDIKBUD-RISTEK NADIEM MAKARIM: PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS STOP JIKA ADA PEMBERLAKUAN PPKM MIKRO