Kompas TV nasional sapa indonesia

Mahfud MD Buka Suara Soal Perburuan Aset Kasus BLBI yang Rugikan Negara hingga Rp 110 Triliun

Selasa, 13 April 2021 | 23:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah akan mengejar aset piutang dana bantuan Likuiditas Mahfi Bank Indonesia (BLBI).

Hal itu dilakukan dengan membentuk Satgas penanganan hak tagih BLBI yang tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor  6 Tahun 2021.

Menko Polhukam Mahfud MD pun buka suara terkait alasan KPK tak dilibatkan dalam Satgas Tagih Utang BLBI.

Mahfud MD menyatakan, KPK tidak dilibatkan dalam satgas penanganan hak tagih Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Meski KPK tidak dilibatkan koordinasi dengan pimpinan KPK akan ada dalam waktu dekat.

Mahfud memandang sebagai lembaga penegak hukum, KPK memiliki kewenangan jika ada unsur unsur pidana korupsi dalam kasus BLBI.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pemerintah Siapkan Gijzeling Dalam Perburuan Aset BLBI Senilai Rp110 Triliun

Mahfud juga menyebut pemerintah akan mengejar aset piutang dana BLBI yang nilainya mencapai hampir Rp 110 triliun.

Mahfud menambahkan, Satgas ini tidak bertujuan untuk melindungi atau memojokkan pihak manapun terkait pengusutan aset tersebut.

Namun, Pakar Hukum dan Pengajar Sekolah Tinggi Hukum, Jentera, Bivitri Susanti menilai tak ada urgensinya membentuk Satgas BLBI.

Selain itu, pembentukan satgas menunjukkan cara pandang pemerintah yang hanya mementingkan agar uang kembali.

Simak penjelasan Mahfud MD selengkapnya terkait perburuan aset BLBI dalam tayangan berikut.

Penulis : Anjani Nur Permatasari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:54
INDIA MENCATAT ANGKA KEMATIAN HARIAN TERTINGGI AKIBAT COVID-19 SEBANYAK 4.187 KASUS BARU, TOTAL 238.270 KASUS   PEMKOT MAKASSAR IZINKAN SHALAT ID DIADAKAN DI TEMPAT TERBUKA/JALAN RAYA DENGAN PROKES YANG KETAT   WAKIL WALI KOTA BOGOR DEDIE RACHIM INGATKAN PENGELOLA MAL PERKETAT PROTOKOL KESEHATAN   GEREBEK KAMPUNG AMBON DI JAKBAR, POLISI TANGKAP 45 ORANG DAN MENYITA BARANG BUKTI SENJATA TAJAM HINGGA MIRAS   BMKG: KALIMANTAN YANG DIANGGAP AMAN DARI GEMPA PUN MEMILIKI 3 SESAR YANG PERLU DIWASPADAI   BMKG SEBUT INDONESIA MEMILIKI 295 SESAR AKTIF YANG PERLU DIWASPADAI   SEORANG CALON PENUMPANG PESAWAT DI BANDARA AHMAD YANI SEMARANG TERTANGKAP MEMBAWA SURAT HASIL TES USAP PALSU   BANGUNAN TAMAN KANAK-KANAK (TK) DI RT 07 RW 01 JALAN PURI, CIPETE SELATAN, JAKSEL, HANGUS TERBAKAR   ICW MENILAI PRESIDEN JOKOWI PERLU TURUN TANGAN TANGANI PERSOALAN 75 PEGAWAI KPK YANG TIDAK LOLOS TWK   BKN: TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK) KPK BERBEDA DENGAN TWK CPNS   DITJEN IMIGRASI KEMENKUMHAM: LARANGAN MASIH BERLAKU BAGI WNA YANG INGIN BERKUNJUNG KE RI DENGAN TUJUAN WISATA   DIRJEN IMIGRASI SEBUT KEDATANGAN WN TIONGKOK SESUAI REKOMENDASI DAN BEKERJA DI PROYEK STRATEGIS NASIONAL   DIRJEN IMIGRASI JHONI GINTING SEBUT WNA YANG MASUK KE INDONESIA SELAMA PANDEMI BUKAN UNTUK WISATA   KEMENAG PELAJARI IMPLIKASI PUTUSAN MA TERKAIT PEMBATALAN SKB 3 MENTERI SOAL SERAGAM SEKOLAH