Kompas TV internasional kompas dunia

Perempuan Muda di India Ditikam Mati Suaminya Karena Tetap Bekerja dan Menolak Jadi Ibu Rumah Tangga

Selasa, 13 April 2021 | 03:10 WIB
perempuan-muda-di-india-ditikam-mati-suaminya-karena-tetap-bekerja-dan-menolak-jadi-ibu-rumah-tangga
Neelu Mehta dibunuh suaminya Harish Mehta di New Delhi, India, di tengah hari bolong saat pulang bekerja hanya karena memutuskan tetap bekerja dan menolak menjadi ibu rumah tangga (Sumber: The Tavta India)

NEW DELHI, INDIA - Seorang perempuan muda berusia 26 tahun di Delhi, India ditikam mati suaminya sendiri di siang hari bolong sementara orang-orang hanya menyaksikan dan merekam kejadian tersebut. Tidak ada satu orang pun yang melangkah maju untuk menyelamatkannya, seperti dilansir Indian Express, Senin (12/04/2021)

Pembunuhan keji itu terjadi di depan umum di daerah Budh Vihar di barat laut ibukota India, Delhi pada Sabtu sore, (11/4/2021) ketika tersangka mengatakan kepada polisi dia baru saja menikah dengan Neelu dan tidak senang dengan pekerjaan istrinya.

Menurut The Indian Express, sang korban, Neelu Mehta, 26 tahun, ditikam 25 kali oleh suaminya, Harish Mehta, dengan menggunakan pisau. Haris bahkan terus menikamnya bahkan setelah Neelu meninggal.

Tindakan kejam itu direkam warga di lokasi pembunuhan namun tidak ada dari mereka yang mencoba menghentikan Harish dari membunuh istrinya.

Dalam video tersebut, Neelu terlihat tergeletak di jalan sementara Harish terlihat berdiri di sampingnya dengan pisau terhunus saat warga terlihat melintas seperti tidak terjadi apa-apa.

Setelah membunuh istrinya, Harish terlihat "istirahat santai" di sepanjang jalan dan berkeliaran dengan bebas tanpa ada yang mencoba menghentikannya, seperti dilansir The Indian Express.

Baca Juga: Desa di India Ini Punya Ritual Aneh untuk Menghidupkan Kembali Orang yang Mati

Pelaku pembunuhan, Harish Mehta, yang menusuk istrinya, Neelu Mehta lebih dari 25 kali bahkan saat istrinya sudah tewas. Neelu dibunuh suaminya hanya karena menolak menjadi ibu rumah tangga dan memutuskan untuk tetap bekerja di rumah sakit. (Sumber: Instagram)

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:12
POLRI KANTONGI IDENTITAS PELAKU PENEMBAKAN 2 GURU DI DISTRIK BEOGA, KABUPATEN PUNCAK, PAPUA   WAGUB NTT JOSEF NAE SOI MINTA PEMDA KABUPATEN DAN KOTA DI NTT SIAPKAN LAHAN RELOKASI WARGA TERDAMPAK BENCANA   SEBANYAK 10 RUMAH SEMIPERMANEN DI JALAN KL YOS SUDARSO, MEDAN BELAWAN, SUMUT, HANGUS TERBAKAR   POLRES TANGERANG KOTA MUSNAHKAN 14.759 BOTOL MIRAS DARI HASIL OPERASI PEKAT JAYA SELAMA 12 HARI   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO MINTA KEPALA DAERAH DI JAWA TENGAH SATU SUARA SOAL LARANGAN MUDIK LEBARAN   POLRES KOTA BOGOR TERJUNKAN 800 PERSONEL UNTUK ANTISIPASI KERUMUNAN DAN LONJAKAN KASUS KORONA DI BULAN RAMADAN   DINAS KETAHANAN PANGAN, KELAUTAN, DAN PERIKANAN DKI: HARGA BAHAN POKOK AKAN NAIK 1-5% PADA AWAL RAMADAN   PEMPROV DKI: MAL TETAP TUTUP PUKUL 21.00 WIB SELAMA RAMADAN, TERMASUK RESTORAN DI DALAMNYA   MUI SARANKAN PASIEN COVID-19 BERGEJALA RINGAN TETAP PUASA   TPU KHUSUS JENAZAH COVID-19 DI SRENGSENG SAWAH, JAGAKARSA, RAMAI DIKUNJUNGI PEZIARAH JELANG RAMADAN   WALI KOTA JAKBAR UUS KUSWANTO INGATKAN WARGA BAWA SAJADAH SENDIRI SAAT SHALAT TARAWIH DI MASJID   PEMKOT SERANG PERSILAKAN WARGA SHALAT TARAWIH DI MASJID, MESKI STATUS KOTA MASIH ZONA ORANYE COVID-19   KEMENKES: ANAK USIA DI BAWAH 10 TAHUN TAK PERLU DIBAWA KE MASJID SELAMA RAMADAN   KEMENKES: VAKSINASI COVID-19 DI BULAN RAMADAN DIGELAR SIANG DAN MALAM HARI SELAMA TIDAK MENGGANGGU IBADAH