Kompas TV klik360 sinau

Langkah Mitigasi Gempa Bumi: Apa yang Harus Dilakukan?

Minggu, 11 April 2021 | 20:41 WIB

SOLO, KOMPAS.TV - Wilayah Indonesia masuk dalam daerah rawan bencana terutama gempa bumi, karena dilalui jalur Cincin Api. Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan tidak bisa diprediksi.

Untuk itu, penting untuk memahami langkah mitigasi untuk menghadapi gempa bumi.

Apa saja yang harus dilakukan?

Sebelum Terjadi Gempa Bumi

Persiapan sebelum terjadi bencana penting untuk dilakukan sebagai langkah antisipasi jika bencana datang.

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain memperhatikan daerah rawan gempa bumi di sekitar, lalu kenali jalur evakuasi di lingkungan rumah atau kantor, serta siapkan tas siaga bencana di rumah.

Saat Terjadi Gempa Bumi

Jika berada di dalam bangunan, hal-hal yang bisa dilakukan di antaranya berlindung di bawah meja untuk menghindari reruntuhan, gunakan tangga darurat untuk evakuasi keluar, dan ikuti instruksi evakuasi petugas keamanan.

Jika berada di luar bangunan, jangan lupa untuk memperhatikan tempat berpijak dan hindari berdiri di dekat tiang, pohon, atau bangunan yang rawan roboh.

Jika terjadi gempa saat sedang berkendara, segera turun, keluar, dan menjauh dari kendaraan.

Jangan lupa untuk menjauhi area pantai untuk menghindari bahaya tsunami, dan menghindari area yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi

Hal-hal yang bisa dilakukan setelah terjadi gempa bumi di antaranya tetap waspada terhadap gempa bumi susulan, kemudian perhatikan reruntuhan yang membahayakan pada saat evakuasi, dan tetap ikuti instruksi dan informasi resmi dari pihak yang berwenang.(*)

Grafis: Arief Rahman

Penulis : Gempita Surya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:32
PROYEK PELABUHAN MINYAK DAN TANGKI TIMBUN DI SORONG DITARGETKAN RAMPUNG AKHIR 2022   KPK DALAMI PROSEDUR INTERNAL PENGADAAN TANAH DI PERUMDA SARANA JAYA ATAS KASUS PENGADAAN LAHAN DI MUNJUL, JAKTIM   PPATK SEBUT MODUS PENCUCIAN UANG LEWAT BITCOIN TAK HANYA DALAM KASUS KORUPSI    PPATK: TRANSAKSI MATA UANG KRIPTO ATAU BITCOIN SUDAH TERIDENTIFIKASI DI INDONESIA SEJAK 2015    WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN DORONG TNI MENCARI KAPAL SELAM KRI NANGGALA-402 YANG DIKABARKAN HILANG KONTAK   TNI AL SEBUT MAKO ARMADA II DAN LANAL BANYUWANGI JADI POSKO “CRISIS CENTER” PENCARIAN KRI NANGGALA-402    MAJELIS HAKIM PN JAKTIM JATUHKAN VONIS HUKUMAN MATI KEPADA ENAM TERDAKWA TERORIS PENYERANG MAKO BRIMOB   KEMENDAGRI BAGIKAN 42 MESIN ANJUNGAN DUKCAPIL MANDIRI (ADM) KEPADA DINAS DUKCAPIL KABUPATEN/KOTA TERBAIK   DUKUNG PROGRAM 1 JUTA KOMPOR LISTRIK, KEMENPERIN DORONG PRODUKSI DALAM NEGERI    MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN TARGETKAN ADA 2 JUTA KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI PADA 2025    KEMENTERIAN ESDM: HINGGA APRIL 2021, SUDAH ADA 122 STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA    HINGGA 22 APRIL 2021, PASIEN COVID-19 DI RS WISMA ATLET KEMAYORAN MENCAPAI 1.587 ORANG   TERMINAL KALIDERES, JAKBAR, SEDIAKAN TES COVID-19 GENOSE GRATIS UNTUK 15 CALON PENUMPANG PER HARI   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MEMINTA PEMDA TAK MALU MENYAMPAIKAN DATA RIIL KASUS COVID-19