Kompas TV klik360 cerita indonesia

Polri Minta Maaf, Ini Alasan Telegram Larangan Media Tampilkan Kekerasan Polisi Dicabut

Selasa, 6 April 2021 | 21:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Beredar di publik Surat Telegram Kapolri yang isinya melarang media untuk menayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan kepolisian.

Setelah mendapat masukan dari publik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mencabut aturan tersebut.

Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan alasan dari polri mencabut telegram tersebut.

“Polri menghargai tugas-tugas yang di bidang jurnalistik. Dalam prosesnya ternyata menimbulkan penafsiran yang berbeda. Oleh karena itu Mabes Polri mengeluarkan surat telegram 759, yang isinya telegram 750, STR 750 dibatalkan dengan munculnya STR 759, mudah-mudahan rekan-rekan dapat memahami,” ujar Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Selasa (06/04/2021). 

Baca Juga: Cuma Berlaku Sehari, Kapolri Listyo Cabut Surat Telegram Soal Aturan Peliputan Media Massa

Dalam kesempatan ini, Divisi Humas Polri juga menyampaikan permintaan maaf jika terjadi miskomunikasi dan membuat ketidaknyamanan bagi kalangan media massa.

Sebelumnya dalam telegram Kapolri menuliskan bahwa media dilarang menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. 

Meski begitu polri dalam telegram tersebut bermaksud agar dalam tugas mengharapkan tampilan polri di hadapan masyarakat, polri yang humanis.

“Akan tetapi proses ini berjalan banyak multi tafsir di masyarakat, tentunya tafsir ini polri sangat menghargai dan memahami itu, hanya menyangkut internal saja, tidak menyangkut pihak di lkuar polri itu sendiri,” jelas Rusdi.

Video Editor: Rengga
 

Penulis : Yuilyana





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:15
FEDERASI SEPAK BOLA SPANYOL JATUHKAN SANKSI MELARANG RONALD KOEMAN DAMPING BARCELONA DI 2 PERTANDINGAN   CEDERA BETIS, BINTANG PSG KYLIAN MBAPPE TERANCAM ABSEN PADA LEG KEDUA SEMIFINAL LIGA CHAMPIONS LAWAN MANCHESTER CITY   SEBANYAK 30 ORANG DI LOGAR, AFGHANISTAN, TEWAS AKIBAT LEDAKAN BOM MOBIL   LAKUKAN UJI COBA, INGGRIS IZINKAN 3.000 WARGANYA MENARI TANPA JARAK DI ACARA DISKOTEK MALAM   POLIS DIRAJA MALAYSIA SELAMATKAN 11 PEREMPUAN WNI YANG DIDUGA MENJADI KORBAN EKSPLOITASI DI SEBUAH RESTORAN   TELKOM JAYAPURA MENYATAKAN KABEL LAUT MILIKNYA PUTUS PADA TITIK 360 KM SEHINGGA JARINGAN KOMUNIKASI TERGANGGU   TIM AHLI JEMBATAN DARI KEMENTERIAN PUPR PERIKSA FONDASI JEMBATAN MAHKOTA II SAMARINDA YANG BERGESER AKIBAT LONGSOR   BNPB MEMPERKIRAKAN INDONESIA AKAN KEMBALI TERDAMPAK SIKLON TROPIS, KHUSUSNYA DI WILAYAH LAUT BAGIAN SELATAN   KEMENTAN: ADA 8 JUTA PETANI BARU DI INDONESIA KARENA KONDISI PANDEMI KORONA   SEBANYAK 5 ANGGOTA POLRESTABES SURABAYA DAN 3 WARGA SIPIL DITANGKAP SAAT PESTA NARKOBA DI HOTEL   LIMA MASJID DI 5 KECAMATAN DI TULUNGAGUNG DITUTUP SEMENTARA KARENA KASUS COVID-19   PEMKAB GUNUNG KIDUL, DIY, MINTA SATGAS COVID-19 TINGKAT KECAMATAN DAN DESA PANTAU PERANTAU   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO MINTA BURUH TAK TURUN KE JALAN PERINGATI "MAY DAY" KARENA MASIH PANDEMI KORONA   TIGA KORBAN LONGSOR DI AREAL PLTA BATANG TORU ADALAH 1 PEREMPUAN DEWASA & 2 ANAK-ANAK