Kompas TV nasional sosok

Mengenang Cendekiawan Muslim Nurcholis Madjid yang Lahir 17 Maret 1939

Rabu, 17 Maret 2021 | 05:05 WIB
mengenang-cendekiawan-muslim-nurcholis-madjid-yang-lahir-17-maret-1939
Cendekiaswan Muslim Nurcholis Madjid (17 Maret 1939- 29 Agustus 2005) (Sumber: Kompasiana.com)

Penulis : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV- Nurcholis Madjid adalah salah satu cendekiawan Muslim yang dimiliki Indonesia, dengan segudang karya yang sampai saat ini masih dijadikan rujukan. Bukan hanya gagasan dan pemikiran yang tersebar dalam berbagai buku, tapi juga lembaga pendidikan dan yayasan, seperti Yayasan Paramadina dan Universitas Paramadina.

Cak Nur, demikian sapaanya, lahir di Jombang pada 17 Maret 1939. Ayahnya,  KH Abdul Madjid adalah seorang guru dan pendukung Masyumi. Sementara ibunya, Fatonah, putri Kiai Abdullah Sadjad dari Kediri. 

Cak Nur mengikuti jejak kedua orang tuanya mendisiplinkan diri di dunia pesantren. Lulus dari Pesantren Gontor, Ponorogo, ayah dua anak ini melanjutkan pendidikan ke  IAIN (sekarang UIN) Jakarta ini.

Dari IAIN dia bertolak ke  Universitas Chicago, AS  dan menyelesaikan studi doktornya pada 1984 dengan judul disertasi " Ibn Taymiyya on Kalam and Falasifa".

Kekuatan pada studi kitab klasik Islam dan modern, membuatnya mampu menampilkan gagasan dan pemikiran Islam yang berpijak pada sumber otentik sekaligus diterima berbagai kalangan. 

Baca Juga: Dzaki Sukarno, Remaja Indonesia yang Dapat Golden Ticket di American Idol

Kiprahnya di bidang organisasi memperlihatkan kapasitas dirinya. Di Indonesi dia adalah Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 1966-1971, yang pengaruhnya dalam pemikiran sampai sekarang belum tertandingi. Di masa menjadi Ketua HMI inilah, dia memiliki jargon yang sangat terkenal sampai sekarang, "Islam Yes, Partai Islam No".  

Cak Nur juga pernah menjabat sebagai Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Wakil Sekjen International Islamic Federation of Student Organization (IIFSO).       

Sebagai cendekiawan, Cak Nur banyak menulis buku, karya ilmiah dan pidato mengenai peradaban dan pendidikan di Indonesia.

Salah satu bukunya yang menjelaskan Indonesia dengan konsep kebhinekaan adalah "Indonesia Kita" (diterbitkan oleh Gramedia bekerjasama dengan Universitas Paramadina), yang menuliskan asal usul Indonesia hingga politik mutakhir.



Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


VOD

Sosok Ferry Mursyidan di Mata Presiden Jokowi

Jumat, 2 Desember 2022 | 23:18 WIB
Close Ads x