Kompas TV video cerita indonesia

Tilang Elektronik Mulai 23 Maret, Ini 5 Jenis Pelanggaran yang Diincar

Senin, 15 Maret 2021 | 18:58 WIB

SOLO, KOMPAS.TV - Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) akan diluncurkan secara nasional.

Peluncuran tahap pertama akan dilaksanakan pada 23 Maret 2021 oleh kepolisian daerah di 12 provinsi berbeda yang siap menerapkan tilang elektronik.

Dua belas provinsi tersebut adalah: Polda Metro Jaya (DKI Jakarta), Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda DIY, Polda Banten, Polda Sumatera Barat, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Lampung, Polda Sulawesi Selatan, dan Polda Sulawesi Utara.

Terkait jenis pelanggaran, ada lima jenis yang diincar oleh tilang elektronik dengan sanksi yang berbeda-beda, yaitu:

1. Menggunakan ponsel

Pengendara dilakukan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi, salah satunya adalah bermain ponsel.

Menggunakan ponsel saat berkendara terancam pidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda Rp750.000.

2. Tidak memakai helm

Helm adalah perangkat keselamatan wajib bagi pengendara sepeda motor saat melakukan perjalanan.

Pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm saat berkendara dikenakan hukuman 1 bulan kurungan atau denda Rp250.000.

3. Tidak memakai sabuk pengaman

Pengemudi mobil dan penumpang yang di depan atau di samping supir wajib mengenakan sabuk pengaman.

Bagi yang melanggar aturan ini dikenakan hukuman 1 bulan kurungan atau denda Rp250.000.

4. Melanggar rambu dan marka

Setiap pengendara wajib mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan.

Pelanggaran terhadap rambu lalu lintas dan marka jalan bisa dikenakan sanksi kurungan penjara dua bulan atau denda Rp500.000.

5. Menggunakan pelat nomor palsu

Pengemudi yang menggunakan pelat nomor palsu bisa dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

Ketetapan sanksi untuk pelanggaran dalam sistem tilang elektronik tersebut disesuaikan dengan  UU no. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.(*)

Video Editor & Grafis: Agus Eko

Penulis : Gempita Surya

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:56
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19