Kompas TV internasional kompas dunia

FBI Sebut Kerusuhan 6 Januari di Gedung Capitol AS Sebagai Aksi Terorisme Domestik

Rabu, 3 Maret 2021 | 11:50 WIB
fbi-sebut-kerusuhan-6-januari-di-gedung-capitol-as-sebagai-aksi-terorisme-domestik
Direktur FBI AS Christopher Wray memberikan kesaksian dalam sesi dengar pendapat di hadapan Komite Kehakiman Senat AS terkait Pengawasan Biro Investigasi Federal di Capitol Hill di Washington DC, Amerika Serikat, pada 23 Juli 2019. (Sumber: Xinhua/Liu Jie)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat dalam pengusutan mereka atas penyerbuan dan pendudukan Gedung Capitol, tempat Senat dan Kongres AS bekerja, menyimpulkan penyerbuan mematikan 6 Januari lalu oleh para pendukung mantan presiden AS Donald Trump sebagai aksi terorisme domestik

Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) Christopher Wray pada Selasa (02/03/2021) mengatakan, "Serangan itu, pengepungan itu, adalah perilaku kriminal, jelas dan sederhana, dan itu merupakan perilaku yang kami, FBI, pandang sebagai aksi terorisme domestik," tutur Wray dalam sesi dengar pendapat di hadapan Komite Kehakiman Senat AS.

Wray menyebut para perusuh itu berasal dari "berbagai latar belakang."

Baca Juga: Ngeri, Pendukung Donald Trump Ingin Ledakkan Gedung Capitol saat Joe Biden Berpidato

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 6 Januari 2021 ini menunjukkan para pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di depan Gedung Capitol AS di Washington DC, Amerika Serikat. (Sumber: Xinhua/Liu Jie)

"Para penyerang pada (peristiwa) 6 Januari itu mencakup sejumlah orang, dan angkanya terus meningkat saat kami menyusun penyelidikan kami, yang kami sebut sebagai milisi ekstremisme kekerasan. Dan, kami telah menahan beberapa orang yang kami kategorikan ke dalam ekstremisme kekerasan bermotif rasial, yang juga melibatkan warga kulit putih," papar Wray.

Sejauh ini, sedikitnya 280 orang telah ditahan dengan lebih dari 300 dakwaan pascaserangan pada 6 Januari itu, yang mengganggu proses penghitungan suara elektoral Kongres dalam pemilihan presiden AS lalu. Sebanyak lima orang tewas dalam serangan itu, termasuk seorang petugas polisi Gedung Capitol.

Penulis : Edwin Shri Bimo





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:56
SEBANYAK 250 WNI DI CALIFORNIA SELATAN, AS, DAPAT SUNTIKAN VAKSINASI COVID-19    PRESIDEN JOKOWI BEBASKAN PENGENAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) UNTUK AIR BERSIH    BPOM: BELUM ADA IZIN UJI KLINIK FASE II VAKSIN NUSANTARA    MENKO POLHUKAM DORONG KPK BERGABUNG DALAM SISTEM DATABASE PENANGANAN PERKARA TERPADU BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI    LARANGAN MUDIK LEBARAN, DITLANTAS POLDA METRO JAYA SEKAT 16 JALUR TIKUS UNTUK KELUAR JABODETABEK    DITLANTAS POLDA METRO JAYA AKAN DIRIKAN POS PANTAU DI JALUR TIKUS UNTUK ANTISIPASI WARGA YANG NEKAT MUDIK    WALHI SUMSEL DUKUNG PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT UNTUK MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT    KPK MENDAKWA EKS WALI KOTA CIMAHI AJAY PRIATNA TERIMA SUAP RP 1,6 MILIAR UNTUK MULUSKAN IZIN PROYEK RS    MENKEU SRI MULYANI SEBUT PEMULIHAN EKONOMI GLOBAL DARI DAMPAK PANDEMI COVID-19 HARUS BERSIFAT BERKELANJUTAN    GEMPA MALANG, BMKG: BURUKNYA STRUKTUR BANGUNAN IKUT JADI PENYEBAB RIBUAN RUMAH RUSAK DI MALANG    KASUS SUAP PENGATURAN PROYEK DI KABUPATEN INDRAMAYU, KPK PANGGIL 3 ANGGOTA DPRD JAWA BARAT    WAPRES MA'RUF AMIN IMBAU MASYARAKAT BERKONTRIBUSI AKTIF DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI & KEUANGAN SYARIAH    POLRI MULAI PERIKSA BARANG BUKTI DARI TKP KEBAKARAN KILANG MINYAK BALONGAN, INDRAMAYU, JAWA BARAT    MENTERI PPPA MINTA PEMDA KAWAL DAN PASTIKAN PENGGUNAAN DAK PEREMPUAN DAN ANAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN