Kompas TV regional berita daerah

4 Ibu Rumah Tangga Pelempar Pabrik Tembakau Dibebaskan

Selasa, 2 Maret 2021 | 13:51 WIB

KOMPAS.TV - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menolak dakwaan jaksa penuntut umum dalam kasus pelemparan pabrik tembakau oleh ibu rumah tangga.

Selanjutnya, keempat ibu asal Desa Wajageseng yang menjadi terdakwa langsung dibebaskan.

Empat ibu rumah tangga asal Desa Wajageseng, Lombok Tengah, dibebaskan Hakim Pengadilan Negeri Praya dalam sidang Senin kemarin (01/03/2021).

Bersyukur atas keputusan hakim, keempat IRT pelempar pabrik tembakau, yakni Nurul Hidayah, Hultiyah, Martini dan Fatimah langsung sujud syukur.

Salah seorang dari keempat ibu rumah tangga mengaku lega atas keputusan hakim dan berharap semua kasus hukumnya berakhir.

Ketua Majelis Hakim menyebut sebelumnya jadwal sidang adalah pembacaan putusan sela.

Namun, sidang justru menggelar keputusan, sehingga seluruh terdakwa dinyatakan bebas dari segala tuduhan.

Atas putusan hakim itu, kuasa hukum terdakwa mengatakan seluruh eksepsinya dikabulkan oleh majelis hakim.

Sejumlah aktivis perempuan yang mendampingi keempat ibu rumah tangga itu juga mengapreasiasi keputusan hakim.

Meski begitu, pemerintah diharapkan tidak menutup mata atas polusi dan gangguan kesehatan warga di sekitar pabrik pengolahan tembakau yang melaporkan keempat ibu rumah tangga.

Sebelumnya ibu-ibu rumah tangga, melempar pabrik tembakau dengan batu dan pohon singkong, karena tak tahan bau polusi di permukiman warga.

Kepolisian juga menjadi sorotan, lantaran memproses laporan pemilik pabrik tembakau yang berujung penahanan emapat ibu rumah tangga.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Wawancara

Mendudukkan Isu Kriminalisasi Terhadap Ulama

Selasa, 28 September 2021 | 10:47 WIB
Berita Daerah

Rumah Roboh Akibat Hujan Deras

Selasa, 28 September 2021 | 10:22 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:48
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19