Kompas TV klik360 kamar rosi

Saran Dedi Mulyadi untuk Anies Baswedan: Semua Problem Jakarta Beresin, Duitnya Kerahkan ke Situ

Kamis, 25 Februari 2021 | 10:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, banjir di DKI Jakarta bukanlah suatu permasalahan yang terlalu besar, tetapi yang besar adalah banjir komentar di media sosial.

"Jadi Jakarta itu banjir airnya tidak begitu menjadi problem besar, yang besar itu adalah banjir komentar di sosial media. Itu aja yang paling besar sih," ujar Dedi Mulyadi dalam program Kamar Rosi yang tayang di YouTube KompasTV, Rabu (24/2/2021).

Maka darinya, Dedi pun turut memberikan saran kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait banjir yang terjadi di Jakarta. 

"Saran deh buat Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies Baswedan. Gini aja bapak kan punya waktu 2021-2022 kan, udah aja jangan lagi ngomongin kewenangan Menteri PUPR, kewenangan gubernur, dan sejenisnya. Udah deh seluruh problem Jakarta beresin, duitnya kerahin di situ, blek sikatt!" tegas Dedi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Di Jakarta Bukan Banjir Air, tapi Banjir Pilpres 2024

Karena menurut Dedi, ketika terjadi banjir, gubernur-lah yang justru mendapatkan bully-an dari warganya.

"Karena kalau sudah jadi banjir, tetap aja yang di-bully bukan Menteri PUPR, yang di-bully gubernur,"

Namun, menurut Dedi, siapa pun yang menjadi Gubernur DKI, pasti popularitasnya semakin cepat untuk menjadi Calon Presiden. 

"Kalau bagus ya pasti dia cepat melejitnya. Kalau lagi apes ya dia cepat kelelepnya. Itu risiko-lah," tambah Dedi.

Narasumber yang juga hadir, artis yang juga politikus, Tina Toon, menimpali pernyataan Dedi tersebut. Ia menggoda Dedi untuk maju Pilkada Jakarta terlebih dahulu.

"Kayaknya Kang Dedi Jakarta dulu nih," Goda Tina Toon.

Namun, Dedi justru berdalih bahwa dirinya adalah orang kampung yang merasa tidak cocok menjadi wajah Jakarta.

#DediMulyadi #KamarRosi #AniesBaswedan

Penulis : Desy Hartini




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:45
WAKIL KETUA KOMISI VIII DPR MARWAN DASOPANG: HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL MOMENTUM UNTUK DORONG PENGESAHAN RUU PKS   BUPATI BOGOR ADE YASIN BERI INSENTIF RP 200.000 PER BULAN BAGI GURU NGAJI   DISDIK DEPOK AKAN BATASI MURID DAN MATA PELAJARAN JIKA DIIZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DIGELAR   DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA KORUPSI, DIRUT PERUMDA PEMBANGUNAN SARANA JAYA, YOORY C PINONTOAN, DINONAKTIFKAN   KPK BENARKAN USUT KASUS DUGAAN KORUPSI PENGADAAN TANAH DI KECAMATAN CIPAYUNG, JAKARTA TIMUR   RSD WISMA ATLET KEMAYORAN PER 8 MARET 2021 RAWAT 3.748 PASIEN COVID-19   DIRJEN DIKTI KEMENDIKBUD SEBUT MAHASISWA SEGERA DIVAKSINASI COVID-19   KEMENDAGRI CATAT ADA 2.034.715 PENDUDUK YANG PINDAH DOMISILI SELAMA EMPAT BULAN TERAKHIR   PEMERIKSAAN COVID-19 TURUN, KETUA SATGAS DONI MONARDO MINTA PEMDA EVALUASI PELAKSANAAN 3T   SATGAS MINTA MASYARAKAT TAK BEPERGIAN KE LUAR KOTA SAAT LIBURAN ISRA MIRAJ PADA KAMIS, 11 MARET 2021   PRESIDEN MINTA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI SIAPKAN STRATEGI AKUISISI TEKNOLOGI DARI LUAR NEGERI   PRESIDEN JOKOWI INGIN INDONESIA TINGKATKAN KAPASITAS SEBAGAI PRODUSEN TEKNOLOGI   KONGRES WANITA INDONESIA (KOWANI): PEREMPUAN INDONESIA HARUS MERDEKA DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA   WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN HARAP PEREMPUAN RI MAMPU KAMPANYEKAN PERANG MELAWAN KEKERASAN BERBASIS GENDER