Kompas TV internasional kompas dunia

Menlu Retno Marsudi Dilaporkan Akan Terbang Ke Myanmar Hari Kamis, Apa Agenda Indonesia?

Selasa, 23 Februari 2021 | 23:37 WIB
menlu-retno-marsudi-dilaporkan-akan-terbang-ke-myanmar-hari-kamis-apa-agenda-indonesia
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dilaporkan akan terbang ke Myanmar pada hari Kamis, (25/02/2021) dalam kunjungan pertama ke Myanmar oleh utusan asing sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari, menurut dokumen pemerintah yang bocor. seperti dilaporkan Reuters, Selasa, (23/02/2021). (Sumber: Dok. Kementerian Luar Negeri)

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dilaporkan akan terbang ke Myanmar pada hari Kamis, (25/02/2021) dalam kunjungan pertama ke Myanmar oleh utusan asing sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari, menurut dokumen pemerintah yang bocor. seperti dilaporkan Reuters, Selasa, (23/02/2021)

Surat dari Kementerian Perhubungan, yang dikonfirmasi oleh seorang pejabat Myanmar kepada Reuters adalah asli, mengatakan dia akan tiba di pagi hari dan terbang kembali beberapa jam kemudian.

Tengku Faizasyah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (23/03/2021) mengatakan Menlu Retno Marsudi rencananya akan berada di Thailand sekitar tanggal tersebut dan mungkin akan melakukan perjalanan ke negara lain di kawasan itu setelah itu, tetapi tidak dapat memastikan yang mana.

Retno selama ini menggalang dukungan di Asia Tenggara untuk pertemuan khusus tentang Myanmar dan berbagai sumber seperti dilaporkan Reuters mengatakan Jakarta mengusulkan negara-negara Asia Tenggara mengirimkan pengawas untuk memastikan para jenderal di Myanmar mengadakan pemilihan yang "adil dan inklusif".

Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Myanmar Gelar Pemogokan 22222, Abaikan Ancaman Militer

Junta militer Myanmar yang menggulingkan dan menangkap pemimpin Aung San Suu Kyi dan sebagian besar pemerintahannya, mengatakan akan mengadakan pemilihan baru dan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu, tetapi belum menetapkan jadwal pemungutan suara.

Sebuah laporan Reuters pada hari Senin (22/02/2021) yang merinci proposal pemantauan pemilu memicu kemarahan dari pengunjuk rasa di Myanmar, beberapa di antaranya berunjuk rasa di luar kedutaan Indonesia di Yangon pada hari Selasa, (23/03/2021).

Penulis : Edwin Shri Bimo


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:50
AMERIKA SERIKAT DAN UNI EROPA TEGASKAN KRIMEA MILIK UKRAINA   SELAIN GUBERNUR SULSEL, KPK JUGA MENANGKAP 5 ORANG LAINNYA DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN   GELAR OTT, KPK TANGKAP GUBERNUR SULAWESI SELATAN NURDIN ABDULLAH    BPBD GARUT: 109 RUMAH WARGA KAMPUNG CIPAGER, KECAMATAN CILAWU, TERDAMPAK LONGSOR   SEBANYAK 400 PRAJURIT BATALYON INFANTERI 742/SATYA WIRA YUDHA MELAKUKAN PENGAMANAN DI PERBATASAN RI-TIMOR LESTE   GUBERNUR SULTENG LONGKI DJANGGOLA MINTA WALI KOTA PALU DAN BUPATI SIGI YANG BARU TUNTASKAN TUGAS PASCABENCANA   AZERBAIJAN BERIKAN DONASI 50.000 DOLLAR AS UNTUK KORBAN GEMPA SULBAR LEWAT PMI   BMKG: WASPADA POTENSI BANJIR DI JAKARTA BAGIAN SELATAN   ARAB SAUDI TOLAK DOKUMEN INTELIJEN AS SOAL KETERLIBATAN PUTRA MAHKOTA DALAM PEMBUNUHAN JURNALIS JAMAL KHASHOGGI   AS JATUHKAN SANKSI KE PASUKAN HARIMAU ARAB SAUDI ATAS KETERLIBATAN DALAM PEMBUNUHAN JURNALIS JAMAL KHASHOGGI    SURIAH KUTUK KERAS SERANGAN UDARA AS DI WILAYAH DEIR AL-ZOR DEKAT PERBATASAN SURIAH-IRAK SEBAGAI TINDAKAN PENGECUT   FORMULA 1 ALAMI PENURUNAN PENDAPATAN RP 12,58 TRILIUN ATAU 43% DARI TAHUN SEBELUMNYA AKIBAT PANDEMI   BUPATI CIAMIS HERDIAT SUNARYA DAN WAKIL BUPATI CIAMIS YANA PUTRA POSITIF TERINFEKSI COVID-19   KEMENKES: INFORMASI WARTAWAN TERKAPAR SETELAH VAKSINASI COVID-19 ADALAH HOAKS