Kompas TV regional berita daerah

Menghitung Laju Pertumbuhan Dua Kubah Lava Gunung Merapi

Jumat, 19 Februari 2021 | 19:28 WIB
menghitung-laju-pertumbuhan-dua-kubah-lava-gunung-merapi
Guguran lava pijar Gunung Merapi berpotensi menjadi banjir lahar hujan saat hujan deras. Sementara, berdasarkan data drone 17 Februari 2021, dua kubah lava Gunung Merapi berada di barat daya menempel pada dinding lava 1997 dan di tengah kawah. (Sumber: Switzy Sabandar/KOMPAS.TV)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Gunung Merapi memiliki dua kubah lava. Berdasarkan data drone 17 Februari 2021, dua kubah lava Gunung Merapi itu berada di barat daya menempel pada dinding lava 1997 dan di tengah kawah.

Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTKG) Yogyakarta merilis harus perhitungan foto udara dua kubah lava tersebut. Kubah yang berada di barat daya memiliki dimensi panjang 258 meter, lebar 133 meter, tinggi 30 meter, dan volume sebesar 397.500 meter kubik dengan laju pertumbuhan 25.200 meter kubik per hari.

Sementara, kubah lava yang berada di tengah kawah memiliki dimensi panjang 160 meter, lebar 120 meter, tinggi 50 meter, dan volume sebesar 426.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 10.000 meter kubik per hari.

Baca Juga: Punya Dua Kubah Lava, BPPTKG Sebut Pertama Kali dalam Sejarah Gunung Merapi

 Kepala BPPTKG Yogyakarta mengatakan intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah ketimbang minggu lalu.

“Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini juga tidak menunjukkan perubahan yang signifikan,” ujarnya, Jumat (19/2/2021).

Meskipun demikian, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Penulis : Switzy Sabandar





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:10
MULAI BESOK, SINGAPURA TERAPKAN "LOCKDOWN" HINGGA 13 JUNI 2021   LEBIH DARI 350.000 ORANG DI JEPANG MENANDATANGANI PETISI YANG MEMINTA OLIMPIADE TOKYO DIBATALKAN   WHO PERINGATKAN PANDEMI COVID-19 TAHUN INI BISA LEBIH PARAH DARIPADA SEBELUMNYA   MUSEUM MADAME TUSSAUDS PINDAHKAN PATUNG LILIN HARRY-MEGHAN DARI ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN INGGRIS    PEMERINTAH: 15 MEI 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 15.469.561 SPESIMEN   HINGGA 15 MEI 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 84.063 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI, ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 DI INDONESIA BERTAMBAH 144 KASUS, TOTAL 47.967 KASUS   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 4.181 ORANG, TOTAL 1.597.067 ORANG   SATGAS COVID-19: HARI INI DI INDONESIA ADA PENAMBAHAN 2.385 KASUS POSITIF KORONA, TOTAL 1.736.670 KASUS   POLDA JATIM GELAR PENYEKATAN SERENTAK DAN TES CEPAT COVID-19 SECARA ACAK DI 29 TITIK POS PENYEKATAN   SEBUAH PERAHU YANG BAWA 20 PENUMPANG DI WADUK KEDUNGOMBO, BOYOLALI, TERBALIK, 9 ORANG MASIH DALAM PENCARIAN   TNI AL SELAMATKAN 27 ABK KAPAL SINAR MAS YANG TERBAKAR DI LAUT NATUNA UTARA   PT KCI: TES CEPAT ANTIGEN SECARA ACAK DI STASIUN MANGGARAI, BOGOR, BEKASI, & TANGERANG DILAKUKAN HINGGA BESOK   PT KCI LAKUKAN TES CEPAT ANTIGEN SECARA ACAK KE PENUMPANG KRL DI STASIUN MANGGARAI, BOGOR, BEKASI, & TANGERANG