Kompas TV bisnis kebijakan

Dana Pemulihan Ekonomi Naik, Ekonom: Harusnya Pos Kesehatan Diprioritaskan

Rabu, 27 Januari 2021 | 08:20 WIB
dana-pemulihan-ekonomi-naik-ekonom-harusnya-pos-kesehatan-diprioritaskan
Dokter Abdul Mutalib sempat gemetar saat suntik Presiden Jokowi (Sumber: ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Besarnya anggaran program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) harus dibarengi dengan realisasi yang cepat dan tepat sasaran. Inilah yang disampaikan oleh Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy.

“Apalagi kalau berbicara tentang perlindungan sosial. Ketepatan penerima data tentu akan menambah optimalnya bantuan dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menengah bawah,” kata Yusuf seperti yang dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (26/1/2021). 

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi dan Tangani Covid-19, Pemerintah Gelontorkan Dana Rp 553,09 Triliun

Yusuf mengapresiasi upaya pemerintah untuk menangani pandemi sambil memulihkan ekonomi nasional. Namun jika perbaikan ekonomi tahun ini meleset, Yusuf mengingatkan pemerintah harus sigap mengantisipasinya. Apalagi dana PCPEN tahun ini lebih rendah dibanding tahun 2020.

"Jangan sampai penanganan kasus Covid-19 berlarut-larut seperti tahun lalu," ujar Yusuf.

Jika pertumbuhan ekonomi tak sesuai yang diharapkan dan tidak mungkin menambah anggaran, pemerintah harus bisa merelokasi anggaran.

Baca Juga: Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Wakil Ketua MPR: Bukan Saatnya Banggakan Keberhasilan

Penulis : Dina Karina





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:00
MUNCUL BIBIT SIKLON TROPIS 94W, BPBD DKI KELUARKAN PERINGATAN CUACA EKSTREM PADA 15-16 APRIL 2021   34 NAPI TERORISME DARI JAD HINGGA SIMPATISAN ISIS UCAPKAN IKRAR SETIA KEPADA NKRI DI LAPAS GUNUNG SINDUR, BOGOR   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MEMINTA PARA OBLIGOR BLBI SECARA SUKARELA MEMBAYAR UTANG KEPADA NEGARA   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: UTANG BLBI KEPADA NEGARA MENCAPAI LEBIH DARI RP 110 TRILIUN   DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI: PELAYANAN PASPOR KOLEKTIF "EAZY PASSPORT” TETAP BERJALAN SELAMA BULAN RAMADAN   KPK TETAPKAN MANTAN & ANGGOTA DPRD JABAR SEBAGAI TERSANGKA KASUS SUAP PENGURUSAN DANA PROVINSI UNTUK INDRAMAYU   KEPALA BPOM: SEHARUSNYA VAKSIN NUSANTARA MELALUI TAHAPAN “PRECLINIC” SEBELUM MASUK UJI KLINIK TAHAP I   KEPALA BPOM SEBUT PROSES PEMBUATAN VAKSIN NUSANTARA MELOMPATI PROSES YANG TELAH DISEPAKATI   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 4.225: 3.316 SEMBUH, 181 MENINGGAL DUNIA, DAN 728 DALAM PERAWATAN   HINGGA 15 APRIL 2021, PASIEN COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 1.589.359 ORANG, 1.438.254 SEMBUH, DAN 43.073 MENINGGAL DUNIA   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO MINTA TIM VAKSIN NUSANTARA SEBAIKNYA BERKOORDINASI DENGAN BPOM   SATGAS COVID-19: VAKSIN NUSANTARA DIKEMBANGKAN DI AMERIKA SERIKAT DAN DIUJI COBA DI INDONESIA    DUBES ARAB SAUDI UNTUK INDONESIA OPTIMISTIS IBADAH HAJI TAHUN INI TETAP DISELENGGARAKAN DENGAN KUOTA TERBATAS    PRESIDEN BERHARAP ZAKAT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK BANTU MASYARAKAT TERDAMPAK PANDEMI COVID-19