Kompas TV nasional hukum

Polda Metro Jaya Naikkan Status Kasus Aksi 1812 Jadi Penyidikan!

Senin, 21 Desember 2020 | 21:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya menaikan status kasus aksi demo 1812 menjadi penyidikan.

Dalam waktu dekat penyidik akan memanggil sejumlah saksi terkait aksi 1812.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut akan memanggil pihak panitia acara sampai petinggi yang menginisiasi aksi 1812 di Jakarta.

Status mereka akan dipanggil sebagai saksi, pada kasus penyelenggaraan aksi yang dilarang oleh pihak kepolisian.

Yusri menyampaikan bahwa ada Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara terhadap kasus aksi 1812.

Hingga saat ini, polda telah menetapkan tujuh orang tersangka, yang merupakan peserta aksi.

Sementara itu, Kuasa Hukum FPI, Azis Yanuar mengatakan, pihaknya akan bersikap kooperatif jika ada pimpinan dan anggota FPI yang diperiksa untuk dimintai keterangan dalam pengusutan kasus kerumunan 1812.

Aksi 1812 diduga melanggar hukum tentang kekarantinaan kesehatan.

Sebanyak 455 orang simpatisan Rizieq Shihab ditangkap usai mengikuti aksi 1812 itu.

Tujuh orang di antaranya telah menjadi tersangka. Polda metro jaya mendapati lima orang di antaranya membawa senjata tajam, sementara dua orang membawa narkoba jenis ganja.

Saat pembubaran massa aksi 1812 di Kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, polisi menangkap sejumlah orang. Dari sejumlah orang yang ditangkap, puluhan di antaranya reaktif covid-19.

Sebelumnya, aksi massa 1812 ditujukan untuk menuntut pembebasan Pemimpin FPI, Rizieq Shihab. Namun, aksi yang sedianya digelar di dekat istana, dan kawasan patung arjuna wiwaha itu langsung dibubarkan sejak massa mulai berkumpul.

Polisi tak mau ambil risiko munculnya klaster baru Covid-19. Apalagi, kasus penularan Covid-19 saat ini tengah tinggi.

Penulis :





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:09
IKUTI WEBINAR "BERPARTNER DENGAN MEDIA" BERSAMA TIM HARIAN KOMPAS, DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID!   SATGAS NEMANGKAWI: CEPAT ATAU LAMBAT KKB PASTI TERTANGKAP   100 PERSONEL SATGAS NEMANGKAWI HADIR DI DISTRIK BEOGA, PUNCAK, PAPUA, LINDUNGI MASYARAKAT DARI KKB   BUPATI TEGAL UMI AZIZAH MINTA WARGA AMBIL SISI POSITIF DARI LARANGAN MUDIK LEBARAN   KAKORLANTAS POLRI SEBUT JIKA ADA MASYARAKAT YANG NEKAT MUDIK PADA 6-17 MEI 2021 MAKA POLISI AKAN MENINDAK   POLRI AKAN MELAKUKAN PENYEKATAN DI 333 TITIK DI TOL DAN JALAN ARTERI DARI LAMPUNG-BALI SELAMA PELARANGAN MUDIK   SATGAS COVID-19 MINTA PEMDA TEGAS MELARANG WARGA MUDIK GUNA TEKAN ANGKA PENULARAN KORONA   SATGAS COVID-19: LARANGAN MUDIK LEBARAN BERLAKU 6-17 MEI 2021   SATGAS COVID-19 SEBUT PENGEMBANGAN VAKSIN MERAH PUTIH TETAP BERJALAN MESKI KEMENRISTEK DILEBUR DENGAN KEMENDIKBUD   MASIH BERSTATUS ZONA ORANYE, PEMKOT BOGOR WASPADAI LONJAKAN KASUS COVID-19 SELAMA BULAN PUASA   DIRJEN PAUD KEMENDIKBUD SEBUT DIGITALISASI SEKOLAH BAKAL JADI ARAH PENDIDIKAN INDONESIA HINGGA 2035   MULAI 2022, KEMENDIKBUD AKAN MEMBUAT RAPOR DARING DI BEBERAPA SEKOLAH YANG MASUK DALAM PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK   PEMBANGUNAN PROYEK LITTLE TOKYO JABABEKA DI ATAS LAHAN SELUAS 4,6 HEKTAR DIMULAI AKHIR TAHUN INI   KKP SEBUT LARANGAN EKSPOR BENIH LOBSTER UNTUK MENGGALAKKAN BUDIDAYA LOBSTER GUNA TINGKATKAN EKSPOR LOBSTER