Kompas TV nasional sapa indonesia

Polda Jabar Selidiki Dalang Dibalik Kasus Seruan Jihad dalam Azan, Ini Penjelasannya

Jumat, 4 Desember 2020 | 22:45 WIB

KOMPAS.TV - Polisi terus memburu para pelaku dan penyebar video yang mengubah lafal azan hingga viral di media sosial.

Satu orang yang ditangkap adalah pelantun lafal azan jihad berinisial SYM yang diamankan Bareskrim Polri dari Cibadak, Sukabumi Jawa Barat, jumat, 4 desember 2020.

Pelaku telah berstatus sebagai tersangka dan dijerat pasal dugaan kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menangkap orang berinisial H yang diduga menyebar video tersebut di Kawasan Cakung, Jakarta Timur, Kamis lalu (3/12/2020).

MUI menegaskan, tidak boleh ada penambahan seruan jihad dalam kumandang azan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam soleh menyatakan, azan sebagai panggilan untuk memberitahu waktu shalat.

"Adzan itu adalah panggilan Suci untuk kepentingan ibadah, sifatnya yg sudah diberikan tuntunan untuk pelaksanaan dan juga lafadz-lafadz yang  diucapkan. Karenanya tidak ada ruang untuk inovasi dan kreativitas di dalam melaksanakan ibadah azan", ungkap Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh kepada Kompas TV.

MUI juga menekankan, saat ini Indonesia tengah berada dalam kondisi damai, bukan dalam keadaan perang.

"Dalam situasi yg skrg, kita berada di dalam situasi yg damai maka tidak tepat menyeru jihad di dalam pengertian peperangan", tambahnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sekelompok jamaah yang hendak salat viral di media sosial.

Dalam video tersebut, muazin mengganti lafal "hayya ala al-solah" menjadi "hayya ala al-jihad".

"Ini lagi didalami, karena yang kita khawatirkan dalam satu hari serentak (video azan), ada di Jabar maupun daerah lain. Nah, tentunya Jawa Barat akan fokus untuk menyelidiki siapa yang menyuruh dan siapa yang memviralkan," kata Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago

Penulis : Anjani Nur Permatasari


BERITA UTAMA

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:41
BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL: DIGITALISASI MEMPERMUDAH MASYARAKAT MEMBAYAR ZAKAT, TERUTAMA SAAT PANDEMI COVID-19   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO PASTIKAN WARGA AREA BAHAYA GUNUNG MERAPI SUDAH MENGUNGSI   KPK DALAMI PERAN DAN ARAHAN EKS MENSOS JULIARI BATUBARA DALAM PENGADAAN BANSOS UNTUK WILAYAH JABODETABEK   KPK INGATKAN SAKSI KASUS DUGAAN SUAP IZIN EKSPOR BENIH LOBSTER BERSIKAP KOOPERATIF SAAT DIPANGGIL PENYIDIK   PEMPROV JAWA BARAT SIAPKAN LAHAN PERTANIAN UNTUK 5.000 PETANI MILENIAL   KOMISI X DPR BENTUK PANITIA KERJA UNTUK KAWAL PENGANGKATAN GURU HONORER MENJADI ASN   POLISI SELIDIKI DUGAAN KORUPSI PAJAK REKLAME 2 ASN BADAN KEUANGAN DAERAH KOTA TEGAL   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO AJAK SEMUA PIHAK MASIFKAN PENERAPAN E-COURT ATAU PERADILAN ELEKTRONIK   KEMENRISTEK KEMBANGKAN ALAT PENGUKUR ANTIBODI SETELAH DIVAKSIN COVID-19   DINKES DKI TEMUKAN 592 KLASTER KELUARGA PASCALIBUR NATAL DAN TAHUN BARU, SEBANYAK 1.265 ORANG POSITIF COVID-19   GUGUS TUGAS: ADA 47 KABUPATEN/KOTA DENGAN TINGKAT KETERPAKAIAN TEMPAT TIDUR RSD RUJUKAN COVID-19 DI ATAS 70%   DINAS KESEHATAN: VAKSINASI TAHAP KEDUA DIMULAI BESOK, SEBANYAK 9.150 NAKES DI KOTA BOGOR SIAP DISUNTIK VAKSIN   IDI TANGERANG SELATAN SEBUT PROSES PENAMBAHAN KAPASITAS RUMAH LAWAN COVID-19 HARUS DIKEBUT   PEMPROV DKI: ENAM LOKASI PEMAKAMAN JENAZAH PASIEN COVID-19 BISA TAMPUNG 17.900 JENAZAH