Kompas TV klik360 cerita indonesia

Termasuk Edhy Prabowo, Ini 17 Orang Yang Ditangkap KPK Terkait Dugaan Kasus Korupsi Benih Lobster

Kamis, 26 November 2020 | 02:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus korupsi penerima suap terkait urusan ekspor benih.

Edhy ditangkap oleh KPK di Bandara Soekarno Hatta saat kembali dari kunjungan kerja ke Honolulu, Amerika Serikat (24/11) malam.

Secara keseluruhan, KPK mengamankan sebanyak 17 orang yang diduga terlibat dalam korupsi benih lobster.

“Dalam kegiatan tangkap tangan ini , KPK telah mengamankan 17 orang pada hari rabu tanggal 25 November 2020 jam 00.30  WIB di beberapa tempat. Yaitu di Bandar Udara Soekarno Hatta, Depok, Tangerang Selatan dan Bekasi Jawa Barat”, kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat memberikan konferensi pers (25/11).

Adapun mereka di antaranya adalah

  1. EP (Edhy Prabowo) selaku Menteri Kelautan dan Perikanan
  2. IRW, istri dari  Edhy Prabowo
  3. SAF, selaku staf khusus menteri KKP
  4. ZN, selaku dirjen tangkap ikan KKP
  5. YD selaku ajudan Menteri KKP
  6. YF, selaku protokoler KKP
  7. DES, selaku Humas KKP
  8. SMT, selaku Dirjen Budidaya KKP
  9. SJT, selaku direktur PT DPP
  10. SWD, selaku pengurus PT ACK
  11. DP, Pengendali PT PLI
  12. DD, selaku pengendali PT ACK
  13. MT, Istri dari SWD
  14. CM, selaku Staf Menteri KKP
  15. AF, selaku staf istri Menteri KKP
  16. SA, Staf Menteri KKP
  17.  MY, selaku staf PT Gardatama Security

Baca Juga: KPK Sita Barang Buki Tas Hermes Hingga Jam Rolex Dari Edhy Prabowo

Setelah melakukan penangkapan terhadap 17 orang, KPK akhirnya menetapkan 7 orang sebagai tersangka kasus korupsi benih lobster tersebut.

"KPK menetapkan total 7 orang tersangka dalam kasus ini. EP (Edhy Prabowo) sebagai penerima," tambah Nawawi.

Dari operasi tangkap tangan, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa barang mewah milik Edhy, di antaranya ATM BNI atas nama AF, tas LV (Louis Vuitton), tas Hermes, baju Old Navy, jam Rolex, jam Jacob n Co, tas koper Tumi dan Tas Koper LV

Penulis : Abdur Rahim




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:06
GELEDAH APARTEMEN DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI ASABRI, KEJAKSAAN AGUNG SITA 36 LUKISAN BERLAPIS EMAS   TELUSURI DUGAAN SUAP, KPK BENARKAN TELAH MINTA DIRJEN IMIGRASI CEGAH MANTAN PEGAWAI DITJEN PAJAK PERGI KE LUAR   PRESIDEN JOKO WIDODO MENYATAKAN "POSITIVITY RATE" KASUS KORONA DI INDONESIA TERUS MENURUN   PRESIDEN JOKOWI IMBAU MASYARAKAT INDONESIA TIDAK PERLU KHAWATIR DENGAN VARIAN BARU VIRUS KORONA   PRESIDEN JOKO WIDODO: BELUM ADA BUKTI VARIAN BARU VIRUS KORONA LEBIH MEMATIKAN   JPU: DJOKO TJANDRA TERBUKTI MENYUAP JAKSA PINANGKI, IRJEN NAPOLEON, DAN BRIGJEN PRASETIJO DALAM KASUS "RED NOTICE"   JAKSA TUNTUT 4 TAHUN PENJARA DAN DENDA RP 100 JUTA TERHADAP DJOKO TJANDRA DALAM KASUS SUAP "RED NOTICE" DAN FATWA MA   GARUDA SEDIAKAN LAYANAN TES CEPAT ANTIGEN GRATIS BAGI PENUMPANG RUTE DOMESTIK SELAMA BULAN MARET 2021   KEJATI KEPULAUAN RIAU DAN KKP TENGGELAMKAN 6 KAPAL ASING BERBENDERA VIETNAM YANG MENCURI IKAN DI KEPULAUAN RIAU   SEMPAT DITUNDA, LAGA UJI COBA TIM NASIONAL SEPAK BOLA U-23 MELAWAN P-S TIRA PERSIKABO DIGELAR JUMAT, 5 MARET 2021   PRESIDEN JOKO WIDODO AJAK MASYARAKAT CINTA PRODUK DALAM NEGERI AGAR PRODUK LOKAL BISA KUASAI PASAR INDONESIA   HINGGA SAAT INI SUDAH 36.897 ORANG MENINGGAL AKIBAT TERPAPAR COVID-19 DI INDONESIA   RAPIMNAS PARTAI GOLKAR AKAN MEMBAHAS PEMULIHAN KESEHATAN DI TENGAH COVID-19 DAN EKONOMI NASIONAL   PARTAI GOLKAR AKAN MENGGELAR RAPIMNAS SECARA VIRTUAL PADA TANGGAL 5-6 MARET 2021