Kompas TV regional berita daerah

Jurus Warga Sleman Antisipasi Banjir Lahar Hujan Akibat Erupsi Merapi

Rabu, 18 November 2020 | 16:07 WIB
jurus-warga-sleman-antisipasi-banjir-lahar-hujan-akibat-erupsi-merapi
Erupsi Gunung Merapi, abu vulkanik setinggi 6.000 meter, pada Minggu (21/6/2020). Banjir lahar hujan mengancam warga Sleman. (Sumber: Twitter @BPPTKG)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Status siaga Merapi memunculkan potensi banjir lahar hujan jika erupsi Merapi benar-benar terjadi. Lahar dari erupsi Merapi akan mengalir ke Sungai Krasak, Sumberrejo, Tempel, Sleman.

Secara geografis, Sumberrejo berjarak 15 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Akan tetapi, ada Sungai Krasak yang membentak tiga sampai empat kilometer di wilayah ini.

“Wilayah kami masuk kawasan rawan bencana (KRB) I Merapi karena terletak di bantaran Sungai Krasak,” ujar Pj Lurah Sumberrejo, Supardi, Selasa (17/11/2020).

Baca Juga: Erupsi Merapi Diprediksi Lebih Besar dari Tahun 2006

Berkaca pada erupsi Merapi 2010, banjir lahar hujan menerjang sungai di lereng sampai ke Sungai Krasak. Warga Sumberrejo Tempel Sleman pun mulai mengantisipasi sejak dini.

Di wilayah itu terdapat tanggul setinggi tujuh meter yang bisa menahan material lahar hujan akibat erupsi Merapi. Kondisi tanggul yang dibangun pada tahun 70-an masih bagus dan mampu menahan material jika terjadi banjir lahar hujan Merapi.

Saat ini, Sumberrejo memiliki gedung yang dibangun khusus sebagai barak pengungsi Merapi berkapasitas 300 sampai 400 orang. Meskipun demikian, di tengah pandemi Covid-19, tetap akan diberlakukan protokol kesehatan sehingga daya tampung barak pengungsi Merapi berkurang.

Penulis : Switzy Sabandar


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


CERITA INDONESIA

Seruput kopi di Tengah Kebun Karet

Selasa, 19 Januari 2021 | 09:32 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
09:46
KRI SOEHARSO TURUNKAN MUATAN TRAFO DAN TIANG PLN UNTUK PERBAIKI ALIRAN LISTRIK YANG RUSAK AKIBAT GEMPA DI SULBAR   RELIEF BERUSIA 55 TAHUN AKAN DIPAMERKAN SAAT PERESMIAN GEDUNG SARINAH JAKARTA PADA 10 NOVEMBER 2021   MULAI 20 JANUARI 2021, JALAN KATEDRAL DI SAWAH BESAR, JAKPUS, DITUTUP IMBAS PROYEK TEROWONGAN ISTIQLAL-KATEDRAL   DINKES DKI: ISOLASI MANDIRI DI RUMAH SERING TIMBULKAN KLASTER KELUARGA   WAPRES MA'RUF AMIN IMBAU SEMUA PIHAK DUKUNG PELAKSANAAN GERAKAN NASIONAL DONOR PLASMA KONVALESEN BAGI PASIEN KORONA   KETUA PMI JUSUF KALLA AJAK PENYINTAS COVID-19 DONOR DARAH PLASMA KONVALESEN GUNA KURANGI PENYEBARAN KORONA   PT LIGA INDONESIA BARU MASIH TUNGGU IZIN KEPOLISIAN AGAR KOMPETISI LIGA 1 2021 DAPAT BERGULIR   PT LIGA INDONESIA BARU (LIB) MEMPROYEKSIKAN MENGGELAR LIGA 1 2021 PADA MARET MENDATANG   WHO: DUNIA DI AMBANG "BENCANA MORAL" DALAM DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19   MASUK ZONA MERAH KORONA, PEMKAB PONOROGO AKAN MENERAPKAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT   PEMKAB BANGKALAN, JATIM, MENUTUP 11 KANTOR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KARENA TEMUAN ASN POSITIF KORONA   WALI KOTA BOGOR BIMA ARYA BAKAL BERI SANKSI KE RS UMMI ATAS KASUS KONTROVERSI TES USAP RIZIEQ SHIHAB   DIPERIKSA KPK, GUBERNUR BENGKULU BANTAH TERLIBAT KASUS SUAP EDHY PRABOWO SOAL IZIN EKSPOR BENUR   KEMENTAN SEBUT KENAIKAN HARGA PUPUK SUBSIDI UNTUK TUTUPI KEKURANGAN ANGGARAN 2021