Kompas TV TALKSHOW vvip

Cerita Sukses Martha Tilaar Jalani Bisnis Kecantikan - VVIP

Senin, 9 November 2020 | 06:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Martha Tilaar lahir dengan nama Martha Handana di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937. Ia adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang Sariayu. Bekerja sama dengan Kalbe Farma, ia membuat perusahaan kosmetika dan jamu Martina Berto. Selain itu ia juga memiliki usaha kerajinan di Sentolo, Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery. Dia juga memiliki Kampoeng Djamoe Organik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebagai kontribusi bagi kota kelahirannya, Gombong, Jawa Tengah, Martha pun meresmikan Roemah Martha Tilaar, yakni rumah masa kecilnya yang telah direnovasi dan ditata ala museum.

Martha sempat mengajar di Sekolah Dasar selama dua tahun. Setelah meraih gelar Sarjana Pendidikan dari IKIP Jakarta, ia juga sempat mengajar di alma maternya selama tiga tahun. Lalu mengikuti suaminya, Dr. Henry A. Rudolf Tilaar, yang bertugas ke Amerika Serikat.

Di sanalah ia belajar mengenai kecantikan. Ia mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Ia kemudian bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, Amerika Serikat. Begitu lulus dari akademi kecantikan, Martha segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam itu. Ia membuat selebaran semacam brosur sederhana, mempromosikan jasa layanan salonnya. Berbagai usaha promosi dilakukan seperti masuk ke kampus-kampus, mendatangi rumah-rumah mantan dosen untuk mendandani para istrinya. Begitu pula kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia, atau ibu-ibu yang mengikuti suaminya tugas di luar negeri.

 

Penulis : Yudho Priambodo


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Berita Daerah

600 ASN Pemkot Batu Ikuti Vaksinasi

Kamis, 25 Februari 2021 | 19:48 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:10
ANALISIS MENDALAM SEPUTAR PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL. SIMAK SELENGKAPNYA: KLIK.KOMPAS.ID   BACA HARIAN KOMPAS EDISI KHUSUS PEMULIHAN EKONOMI, 22 FEBRUARI 2021. PESAN: KLIK.KOMPAS.ID   MENTERI BUMN ERICK THOHIR: 6.664 PERUSAHAAN TELAH MENDAFTAR VAKSINASI MANDIRI, BUTUH 7,5 JUTA DOSIS VAKSIN   DINKES SEBUT PEDAGANG PASAR HINGGA SOPIR BUS JADI SASARAN VAKSIN COVID-19 DI BANYUMAS, JATENG    ANGGOTA DPRD DKI GILBERT SIMANJUNTAK MINTA PEMPROV PRIORITASKAN VAKSINASI COVID-19 BAGI WARGA KORBAN BANJIR   PN JAKPUS KEMBALI TERAPKAN KERJA DARI RUMAH KARENA HAKIM HINGGA PANITERA POSITIF COVID-19   GUNUNG SINABUNG LUNCURKAN AWAN PANAS GUGURAN & ERUPSI DENGAN JARAK LUNCUR 2.000 METER HARI INI   SATPOL PP DKI AKAN TUTUP PERMANEN KAFE YANG JADI LOKASI PENEMBAKAN DI CENGKARENG   KAPOLDA METRO JAYA PASTIKAN BRIPKA CS DIPECAT KARENA TERLIBAT PENEMBAKAN ANGGOTA TNI DAN WARGA   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN FADIL IMRAN JANJI BANTU PROSES PEMAKAMAN KORBAN PENEMBAKAN BRIPKA CS DI CENGKARENG   POLDA METRO & KODAM JAYA GELAR PATROLI BERSAMA PASCA-PENEMBAKAN DI SEBUAH KAFE DI CENGKARENG, JAKBAR   PROPAM POLRI AKAN CEK KEMBALI PROSEDUR PEMEGANG SENJATA API TERHADAP JAJARANNYA DI SEMUA WILAYAH   KSPI SAYANGKAN SIKAP PEMERINTAH TERBITKAN PP SAAT UU CIPTA KERJA MASIH DIUJI DI MAHKAMAH KONSTITUSI   SUDIN PAREKRAF: SEBANYAK 9 “HOMESTAY” DI KEPULAUAN SERIBU DIJADIKAN TEMPAT ISOLASI PASIEN COVID-19