Kompas TV klik360 cerita indonesia

KSPI Gelar Demo di November, Jika Jokowi Teken UU Ciptaker

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pada 2 November 2020 mendatang, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI akan menggelar aksi di depan gedung Mahkamah Konstitusi.

Aksi itu bersamaan dengan penyerahan berkas Judicial Review Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Presiden KSPI Tantang Menteri Jokowi Debat Terbuka UU Cipta Kerja: Tanpa Batas Waktu atau 2 Jam Full

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan aksi nasional buruh pada 2 November tersebut dilakukan serempak di 24 provinsi dan 200 kabupaten/kota yang diikuti ratusan ribu buruh.

Sedangkan aksi di Istana dan Mahkamah Konstitusi diikuti puluhan ribu buruh.

KSPI juga akan melakukan aksi nasional serempak di 24 provinsi pada tanggal 9 - 10 November yang diikuti ratusan ribu buruh.

Aksi akan menyuarakan tuntutan DPR RI harus melakukan pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja melalui proses legislative review.

Aksi juga akan disampaikan tuntutan buruh lainnya yaitu meminta kenaikan upah minimum 2021 sebesar 8 persen di seluruh Indonesia dan menolak tidak adanya kenaikan upah minimum 2021.

 

Penulis : Yuilyana



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:34
PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE SEBUT METRO MANILA MASIH DIKARANTINA HINGGA AKHIR 2020   AMAZON WEB SERVICE BERENCANA MEMBANGUN DATA "CENTER" DI INDONESIA PADA 2021   AMAZON WEB SERVICE SEBUT INDONESIA BERPOTENSI JADI PASAR LAYANAN "CLOUD" BERSKALA BESAR   KENA OTT KPK, KEKAYAAN BUPATI BANGGAI LAUT, SULAWESI TENGAH, WENNY BUKAMO, MENCAPAI RP 5,43 M   OTT BUPATI BANGGAI LAUT WENNY BUKAMO, KPK JUGA TANGKAP PIHAK SWASTA   KAPOLRI JENDERAL IDHAM AZIS ANCAM PIDANA PIHAK YANG HALANGI PROSES HUKUM RIZIEQ SHIHAB   SATGAS COVID-19 KOTA BOGOR BELUM TERIMA HASIL TES USAP KORONA RIZIEQ SHIHAB   PGRI MENILAI HARUS ADA SANKSI BAGI GURU DAN PEGAWAI MAN 22 PALMERAH YANG BERWISATA KE YOGYAKARTA DI TENGAH PANDEMI   POLDA METRO JAYA USUT PEMBUAT VIDEO AJAKAN JIHAD DALAM AZAN YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL   PENYIDIK POLDA METRO JAYA AKAN JADWALKAN KEMBALI PEMANGGILAN TERHADAP TERSANGKA KASUS DUGAAN MAKAR, EGGI SUDJANA   FITRA MENILAI ANGGOTA DPRD DKI JAKARTA TAK BEREMPATI ATAS USULAN KENAIKAN GAJI DI TENGAH PANDEMI   SATGAS COVID-19 PAPUA SEBUT PEMERINTAH PUSAT KELIRU SAMPAIKAN DATA KORONA DI PAPUA KARENA MASALAH SISTEM   SATGAS COVID-19 AJAK MASYARAKAT BEKERJA SAMA KENDALIKAN ANGKA PENULARAN KORONA   SATGAS COVID-19 SEBUT MASYARAKAT KIAN ABAI TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN