Kompas TV nasional berita kompas tv

Fakta Kaburnya Napi Asal Tiongkok: Gali Lubang Pelarian Selama 8 Bulan

Rabu, 30 September 2020 | 04:25 WIB

TANGERANG, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi dalam kaburnya napi asal Tiongkok di lapas kelas I Tangerang untuk mengetahui adanya keterlibatan pihak lapas.

Polisi juga menyelidiki alat-alat pertukangan yang ada di dalam sel.

Total 14 saksi yang telah diperiksa Polda Metro Jaya.

Dari keterangan saksi, diketahui Changpan telah menggali lubang pelarian sepanjang 30 meter selama delapan bulan terakhir.

Seusai melarikan diri, Changpan sempat mengunjungi keluarganya di kawasan Bogor.

Polisi juga menyelidiki sumber alat-alat pertukangan yang digunakan Changpan menggali lubang.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:01
KPK AJAK MASYARAKAT PILIH CALON KEPALA DAERAH YANG JUJUR DAN BERINTEGRITAS DALAM PILKADA 2020   KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DORONG PEMULIHAN EKONOMI SEKTOR TRANSPORTASI   MENKO POLHUKAM: PERLU SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK UNTUK WUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BERSIH   MENKUMHAM YASONNA LAOLY TEGASKAN PENTINGNYA REVOLUSI DIGITAL PELAYANAN PUBLIK   BPOM SEBUT TAK KESAMPINGKAN ASPEK KEAMANAN, KHASIAT, DAN MUTU DALAM PEMBERIAN PERSETUJUAN VAKSIN COVID-19   SATGAS COVID-19 INDRAMAYU TERBITKAN ATURAN PROTOKOL KESEHATAN SELAMA MASA PILKADA 2020   KKP SEBUT TELAH MELATIH 47.000 ORANG DALAM SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN: IZIN USAHA PENGOLAHAN KOMODITAS PERIKANAN SEMAKIN MUDAH DAN CEPAT   CEGAH PRAKTIK PENYIMPANGAN KOPERASI, KEMENKOP DAN UKM MULAI TERAPKAN REFORMASI SISTEM PENGAWASAN KOPERASI   BAWASLU RIAU AWASI KETAT PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SAAT KAMPANYE   PT PUPUK INDONESIA TELAH SALURKAN 69 JUTA TON PUPUK BERSUBSIDI KEPADA PETANI   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN: APLIKASI SIPETAK UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DATA PENGELOLAAN TAMBAK   MENKOMINFO: HAK ATAS KEBEBASAN BEREKSPRESI DAN BERPENDAPAT DI INDONESIA MEMILIKI BATAS YANG HARUS DIPATUHI   SATGAS COVID-19 LUNCURKAN SISTEM BERSATU LAWAN COVID-19 UNTUK OPTIMALKAN OPERASI YUSTISI