> >

Naik-Turun Elektabilitas Parpol, Apakah 'Deklarasi Capres' Jadi Faktor Pendukung?

Vod | 22 Februari 2023, 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam tiga hari sejak Senin (20/2), Litbang Kompas menampilkan survei yang digelar pada 25 Januari hingga 4 Februari 2023.

Ada tiga yang ditampilkan, kinerja periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, lalu Elektabilitas Partai Peserta Pemilu 2024, serta Elektabilitas Tokoh dan Bakal Calon Presiden yang diminati publik untuk Pemilihan Presiden 2024.

Untuk suara bagi partai, tak banyak berubah posisinya dari posisi 2019.

PDI Perjuangan, pemenang Pemilu 2014 dan 2019 masih teratas dengan 22,9 persen, lalu Gerindra dengan 14,3 persen, dan Golkar dengan 9 persen.

Kemudian Demokrat 8,7 persen, Nasdem 7,3 persen, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,1 persen.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 4,8 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,3 persen, serta Partai Amanat Nasional (PAN) 1,6 persen.

Kesembilan partai merupakan partai yang mendapat kursi di Dewan Perwakilan Rakyat RI saat ini.

Khusus untuk Nasdem dan Golkar, ada tren kenaikan persentase elektabilitas, pasca masuknya dua tokoh yang menjadi perhatian publik, yakni Anies Baswedan yang menjadi bakal Capres Nasdem, serta Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat yang resmi masuk Golkar.

Hal ini diakui oleh petinggi partai Nasdem yang mendapat momentum dari pengumuman anies sebagai Bakal Calon Presiden.

Agak berbeda dengan PDI Perjuangan yang meski teratas tetapi sejak awal, belum mendeklarasikan siapa Calon Presidennya.

Penulis : Edwin-Zhan

Sumber : Kompas TV


TERBARU