> >

Tragedi Kanjuruhan: 6 Orang Kritis Hingga Kak Seto Sebut Anak-Anak Butuh Pemulihan Psikologis

Vod | 11 Oktober 2022, 17:10 WIB

MALANG, KOMPAS.TV - Enam korban Tragedi Kanjuruhan yang dirawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar masih dalam kondisi kritis.

Sementara pemulihan kondisi korban tak hanya soal kondisi fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis anak-anak yang juga ikut menonton pertandingan.

Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, masih merawat sebelas pasien Tragedi Kanjuruhan.

Enam orang di antaranya masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Selain enam pasien yang masih dirawat di ruang ICU, lima pasien lain di ruang high care unit.

Pasien yang dirawat di high care unit, rata-rata mengalami sesak napas.

Sebelumnya, ada 76 korban Tragedi Kanjuruhan yang dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar.

Setelah mendapat tindakan medis, 65 orang sudah dipulangkan.

Baca Juga: TGIPF Nilai Pintu Stadion Kanjuruhan Seperti Penjara, Sangat Sempit!

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi, menjenguk anak-anak korban Tragedi Kanjuruhan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

Menurut Kak Seto, sebagian besar korban anak-anak mengalami trauma menyaksikan pertandingan sepak bola.

Kini selain pemulihan kondisi fisik, pemulihan kondisi psikologis anak juga diperlukan.

Kak Seto pun meminta acara dengan jumlah peserta yang banyak dan melibatkan anak, mempertimbangkan sarana dan prasara penunjang bagi peserta berusia anak-anak.

Sementara itu, desakan pengusutan Tragedi Kanjuruhan terus terjadi.

Ketua Tim Advokasi Bantuan Hukum Aremania menggugat, Djoko Tritahjana, meminta Kapolri mengusut Tragedi Kanjuruhan secara tuntas, transparan, dan berkeadilan.

Pengungkapan kasus ini tidak berakhir setelah penetapan 6 tersangka.

130 orang meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan seusai laga Arema FC kontra Pesebaya Sabtu (1/10) lalu.

Sementara ratusan korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit akibat peritiwa ini.

Penulis : Aisha-Amalia-Putri

Sumber : Kompas TV


TERBARU