> >

Kasus Sambo Guncang Citra Polri, Burhanuddin Muhtadi : Saatnya Kapolri Ubah Krisis Jadi Peluang

Vod | 25 Agustus 2022, 21:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua terus menarik perhatian publik.

Terlebih lagi, kasus ini melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo yang kini menjadi salah satu tersangka pembunuhan berencana.

Terlibatnya jenderal bintang dua dalam kasus ini ikut mempengaruhi citra polri di mata publik.

Lembaga Drone Emprit mencatat sentimen pembicaraan publik di media sosial cukup dinamis terkait perjalanan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua.

80 persen sentimen publik positif, setelah Ferdy Sambo dijadikan tersangka, pada 9 Agustus lalu.

Meskipun demikian, masih ada 12 persen suara publik yang menilai negatif momen penetapan tersangka tersebut.

Baca Juga: Ferdy Sambo Disebut Kehilangan Hak untuk Mundur dari Polri sebelum Sidang Etik, Ini Aturannya

Sementara itu, sentimen publik kembali terbelah saat Kapolri ke Komisi III DPR kemarin.

39 persen publik menilai positif, dan 48 persen publik menilai negatif kehadiran Kapolri ke Komisi Hukum DPR, meskipun Kapolri sudah menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota DPR.

Kepercayaan dan apresiasi publik yang tinggi pasca penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka mengalami penurunan, saat Polri umumkan tidak akan membeberkan motif pembunuhan.

Hal ini, juga menyuburkan spekulasi liar publik.

Hari ini Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, mengungkap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menurun drastis, pasca diterpa kasus Ferdy Sambo.

Sebelumnya pada Mei 2022, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sebesar 66,7 persen, tapi kini turun menjadi 54 persen.

Kapolri menyebut penyelesaian kasus pembunuhan Yosua dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo menjadi pertaruhan citra Polri, saat rapat koordinasi dengan seluruh jajaran Polri pekan lalu.

 

Penulis : Aisha-Amalia-Putri

Sumber : Kompas TV


TERBARU